Dinas KUKM Perindag PPU Latih Warga Babulu Bikin Sepatu, Dorong Ekonomi Desa

Timur Media, Penajam – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor industri kreatif. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan sepatu yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, pada Senin (10/11/2025).

Kegiatan bertajuk Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan Pembangunan Sumber Daya Industri ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU. Turut hadir perwakilan Camat Babulu, Kepala Desa Sumber Sari, Ketua Dekranasda PPU yang diwakili oleh Ketua Komite Ekraf, serta perwakilan Dinas Sosial, narasumber pelatihan, dan peserta dari masyarakat setempat.

Kepala Dinas KUKM Perindag, Margono Hadi Sutanto menekankan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas masyarakat di sektor industri kecil dan menengah. Program tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan keterampilan baru ini, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan yang bernilai jual dan berdaya saing. Ini menjadi salah satu cara memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan industri berbasis keterampilan,” ungkap Kepala Dinas KUKM Perindag PPU.

Pelatihan pembuatan sepatu ini melibatkan narasumber yang berpengalaman di bidang industri alas kaki, sehingga peserta dapat mempelajari proses pembuatan mulai dari desain, pemilihan bahan, pola, hingga teknik menjahit yang sesuai standar industri. Metode pelatihan dilakukan secara praktik langsung agar peserta dapat memahami secara menyeluruh tahapan produksi.

Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga diberikan pemahaman dasar tentang pemasaran produk dan pengembangan usaha. Dinas KUKM Perindag menilai, kemampuan wirausaha menjadi aspek penting agar hasil pelatihan dapat berlanjut menjadi kegiatan ekonomi produktif di masyarakat.

“Kami tidak hanya ingin warga memiliki keahlian membuat sepatu, tetapi juga mampu memasarkan hasil karyanya. Dengan begitu, mereka bisa mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pertumbuhan industri kecil di daerah,” jelasnya. (ADV/No)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page