Dicecar 78 Pertanyaan, Polres Samarinda Periksa dr MF Terkait Dugaan Malpraktik Kawat Tertinggal di Jantung Pasien

TIMURMEDIA – asus dugaan malpraktik terhadap Ediyanto Wong, pasien RSUD AWS, terus berjanjut. Rabu (20/10/2026) hari ini, Penyidik Satreskrim Polresta Samarinda memeriksa dr MF –spesialis jantung– untuk kedua kalinya. Ia dicecar 78 pertanyaan yang kini memasuki pokok perkara.

Dr. MF tiba di Polresta Samarinda sekira pukul 10.00 Wita. Ia terlihat didampingi tim kuasa hukum baru, Ronald Sihombing. Proses BAP dilakukan secara marathon. Mulai pukul 11.00 Wita dan berlangsung sekira 8 jam hingga pukul 19.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rahmat Aribowo, melalui Kanit Tipidter Polresta Samarinda Iptu Reza Setiawan, mengatakan materi pemeriksaan kali ini difokuskan pada tindakan medis dan pelayanan pasien Ediyanto Wongso selama dirawat di RSUD AWS.

“Mulai kita periksa jam 11 pagi, durasi pemeriksaan kurang lebih 8 jam. Terkait pertanyaan, tadi ada sekitar 78 pertanyaan,” jelasnya.

“Jika pada pemanggilan awal masih seputar riwayat kerja dan SOP umum, pemeriksaan hari ini sudah masuk ke pokok perkara. Yaitu seputar pelayanan, penanganan, dan tindakan medis terhadap pasien,” timpal Iptu Reza.

Ditanya mengenai status atau penetapan dugaan kelalaian medis, ia menegaskan jika proses penyidikan masih terus berjalan dan memerlukan keterangan dari saksi-saksi pendukung lainnya.

“Terkait apakah ada unsur bersalah atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dugaan awal dan perlu pendalaman dari saksi lain. Namun, untuk sementara keterangan dari 78 pertanyaan tadi sudah cukup,” terangnya.

“Jika nantinya penyidik membutuhkan keterangan tambahan, terlapor tentu akan kita panggil kembali,” imbuh Iptu Reza.

Selain itu, ia menyatakan, sikap dr MF dinilai cukup kooperatif selama jalannya pemeriksaan. Meski raut wajahnya tampak kelelahan akibat pertanyaan yang diajukan.

“Secara umum fisiknya sehat, tapi kalau dibilang pusing atau lelah tentu pasti. Apalagi ada puluhan pertanyaan yang dilayangkan. Namun sejauh ini dr MF cukup kooperatif,” tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun, usai menjalani pemeriksaan maraton hingga pukul 19.00 Wita, dr MF yang mengenakan kemeja batik lengan pendek tampak meninggalkan lantai dua gedung Reskrim Polresta Samarinda melalui pintu belakang area tahanan yang sedang direnovasi. Ia diduga menghindari kejaran awak media yang telah menunggu di pintu keluar utama. (*)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page