Di Balik Dominasi SMAN 3, Ada Peran Besar Guru Pembimbing yang Tak Tergantikan

Timur Media, Penajam – Keberhasilan luar biasa SMAN 3 Penajam Paser Utara dalam menyapu bersih seluruh kategori juara dalam MIS BAPER 2025 ternyata tidak hanya lahir dari kemampuan para siswa. Ada peran besar guru pembimbing yang bekerja senyap namun signifikan, memastikan setiap langkah penelitian berjalan dengan baik.
Tahun ini, Dispusip PPU kembali menyelenggarakan Lomba Menulis Karya Tulis Ilmiah “MIS BAPER” yang diikuti siswa SMA dan SMK se-kabupaten. SMAN 3 tampil dominan dengan meraih Juara Pertama melalui Bilqis Muthia Mumtaz, serta Juara Kedua melalui Rizal Nur Dwiyanto.
Prestasi itu dilengkapi dengan kemenangan Harapan 1 hingga Harapan 3, semuanya dari SMAN 3. Capaian tersebut langsung menjadi sorotan, sebab jarang sekali satu sekolah mampu menguasai seluruh kategori juara dalam satu ajang ilmiah bergengsi.
Kepala Dispusip PPU, Yusuf Basra, menyampaikan apresiasinya kepada para siswa, tetapi ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari ketekunan para guru.
“Tanpa dedikasi pembimbing, kegiatan ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Guru-guru pendamping disebutnya bekerja jauh sebelum lomba digelar. Mereka mengajarkan teknik riset, membimbing diskusi, mengarahkan penyusunan kerangka penelitian, hingga mendampingi revisi berulang kali. Semuanya dilakukan agar siswa benar-benar memahami proses ilmiah.
Yusuf menyebut bahwa pengalaman seperti ini tidak dimiliki oleh seluruh siswa Indonesia. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi khusus kepada guru SMAN 3 yang mampu mencetak generasi literat yang percaya diri.
Ia turut mengutip Albert Einstein yang mengatakan bahwa pertumbuhan intelektual berlangsung seumur hidup. Menurutnya, para siswa SMAN 3 telah mengambil langkah awal melalui bimbingan intensif dari para pendidik mereka.
Bagi Dispusip, kompetisi ini adalah bagian dari program besar penguatan literasi ilmiah di PPU. Namun peran sekolah, terutama guru, menjadi penentu apakah program tersebut dapat menghasilkan dampak nyata.
Prestasi SMAN 3 menjadi bukti bahwa bimbingan yang konsisten mampu mengubah minat siswa menjadi karya yang berkualitas akademik. Ini menjadi contoh bagi sekolah lain agar terus memperkuat pembinaan penelitian. Kemenangan luar biasa tersebut kini menjadi modal besar bagi SMAN 3 untuk terus menjadi sekolah rujukan dalam pembinaan literasi ilmiah di Penajam Paser Utara.
“Kompetisi ini adalah bagian dari upaya besar Dispusip memperkuat literasi ilmiah di PPU, namun peran sekolah, terutama para guru yang menentukan dampaknya. Prestasi SMAN 3 membuktikan bahwa bimbingan yang konsisten mampu mengubah minat siswa menjadi karya akademik berkualitas, sekaligus menempatkan sekolah ini sebagai rujukan pembinaan literasi ilmiah di Penajam Paser Utara,” ungkapnya. (ADV/No)