Dari Sampah Menjadi Nilai Tambah, DLH Siapkan Infrastruktur Pendukung

Timur Media, Penajam – Selain menjadi solusi atas persoalan sampah, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Buluminung di Kabupaten PPU juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru berbasis circular economy. Hal ini sejalan dengan rencana DLH yang ingin memaksimalkan pengolahan sampah hingga menghasilkan produk bernilai.

Kondisi TPA Buluminung yang semakin penuh mendorong pemerintah daerah mengambil langkah transformasi. Sistem hanya menumpuk sampah kini dianggap tidak lagi relevan, terlebih volume sampah PPU terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Dengan TPST, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan ulang. Teknologi pengolahan akan memilih dan memproses sampah hingga menjadi kompos, bahan daur ulang, bahkan potensi energi terbarukan.

DLH saat ini tengah merampungkan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat utama pengajuan pembangunan ke kementerian. Hampir semua persyaratan telah dipenuhi, menyisakan dokumen teknis yang ditargetkan rampung minggu depan.

“Persyaratan kita sudah lengkap, hanya tinggal menunggu DED berproses untuk diajukan ke kementerian,” kata Kepala DLH PPU, Safwana.

TPST baru ini akan dilengkapi fasilitas pemilahan, daur ulang, hingga proses industrialisasi sampah tertentu menjadi produk turunan. Dengan konsep tersebut, PPU dapat meningkatkan efisiensi lahan sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pengolahan sampah.

Teknologi yang akan dipilih masih menunggu paparan akhir konsultan. DLH menginginkan sistem yang sesuai dengan karakteristik sampah lokal, sekaligus mampu menghasilkan output yang bermanfaat bagi daerah.

Sebagai tindak lanjut, DLH telah melakukan studi tiru ke daerah lain yang sukses mengelola sampah secara terpadu. Hasil kunjungan itu menunjukkan bahwa banyak potensi ekonomi yang dapat digarap jika pengelolaan dilakukan dengan teknologi tepat.

“Kami melihat proses sampah diolah mau jadi apa, ada beberapa alternatif nanti dilihat saat paparan akhir konsultan,” kata Safwana. (ADV/No)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page