Dari 2018 Belum Rampung, DPRD Minta Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Jadi Perhatian

Timur Media, Penajam – Pembangunan Rumah Adata Rekan Tatau yang belum Rampung sejak 2018 di harapkan Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, dapat diperhatiakn oleh pemerintah daerah yang baru, di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin.

Andi Muhammad Yusuf menegaskan jika  rumah adat tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat pelestarian budaya Suku Paser dan simbol identitas daerah. Sehingga sangat penting ada alokasi anggaran untuk menyelesaikan proyek ini.

“Kami berharap ini menjadi perhatian bupati terpilih. DPRD siap mendukung sepenuhnya agar pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau dapat segera diselesaikan,” ujar Andi Yusuf.

Selain sebagai simbol budaya Suku Paser, rumah adat ini juga diharapkan dapat menjadi ruang inklusif bagi berbagai suku di PPU untuk kegiatan budaya dan sosial.

Pemerintah Kabupaten PPU berencana mengembangkan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau sebagai destinasi wisata budaya, seiring dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan.

“Kalau bisa rumah adat itu bisa Include nantinya, bukan hanya untuk adat Paser tetapi bisa menampung semua adat istiadat yang ada di PPU,” terangnya.

Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara dimulai sejak tahun 2018, hingga kini belum rampung.

Dari total rencana pembangunan seluas 80×100 meter persegi, baru sekitar 60×40 meter persegi yang terealisasi, dengan progres mencapai sekitar 25-30 persen dan anggaran yang telah terserap sekitar Rp4 miliar dari total kebutuhan Rp25 miliar.

Meski belum rampung rumah adat tersebut telah sering dikunjungi oleh tamu-tamu dari dalam maupun luar daerah. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page