Dampak El Nino, Pasokan Air Baku Balikpapan Kritis

TIMURMEDIA – Fenomena El Nino ternyata sangat berdampak terhadap pasokan air baku di Balikpapan. Pasalnya, gara-gara ini elevasi di penampungan jadi turun.

Direktur Teknik dan Operasional Perumda PTMB, M Kohirudin, mengatakan situasi tersebut ikut memangkas kapasitas produksi secara signifikan di dua sumber air permukaan utama. Yakni Waduk Manggar dan Bendungan Teritip.

“Dengan turunnya kapasitas produksi ini, maka akan berdampak kepada jam pengaliran dan kualitas maupun kuantitas air yang diterima oleh pelanggan,” katanya.

Kohirudin menyatakan, kondisi di Balikpapan Timur saat ini jauh lebih kritis dari sebelumnya. Pasalnya, wilayah tersebut hanya mengandalkan suplai utama dari Bendungan Teritip.

“Karena Balikpapan Timur mengandalkan suplai air dari Bendungan Teritip. Hingga saat ini, ketebalan lapisan air baku yang masih dapat disedot dan diolah oleh instalasi pengolahan hanya tersisa sekitar 46 sentimeter,” ujarnya.

Peningkatan suhu bumi akibat fenomena El Nino memicu tingkat penguapan air waduk melampaui batas normal. Hal itu menyebabkan laju penurunan volume air baku di kawasan bendungan. “Sehingga penguapan air di waduk menjadi lebih tinggi dari normal biasanya,” ucap Kohirudin.

Kondisi ini memaksa PTMB menurunkan debit pengambilan air baku di Waduk Manggar dari kondisi normal 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik. Sementara Waduk Teritip secara drastis dari kapasitas normal 220 liter per detik menjadi tersisa 60 liter per detik.

“Pasokan kedua air baku tersebut kini difokuskan untuk menjaga proses produksi pada tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik perseroan,” ucapnya.

Pengurangan kapasitas ekstrem ini mengganggu pendistribusian air bersih ke pelanggan di wilayah Balikpapan Timur. Di sisi lain, angka kebutuhan konsumsi justru melonjak tinggi lantaran minimnya sumber air alternatif.

“Ini sangat mengganggu kontinuitas distribusi air bersih ke seluruh sambungan pelanggan di Balikpapan Timur. Di satu sisi, angka kebutuhan konsumsi air harian masyarakat justru melonjak tinggi,” ungkap Kohirudin.

Kini, PTMB menyiapkan rencana jangka menengah dengan kembali memanfaatkan aset instalasi lama. Fasilitas tersebut sebelumnya sempat dinonaktifkan setelah beroperasinya IPA Baru berkapasitas 220 liter per detik.

“Karena krisis air baku perlu mencari solusi, maka aset yang ada akan kita manfaatkan lagi dengan dibangun ulang IPA kapasitas 50 liter per detik,” tutupnya.

Sebagai informasi, rencana pembangunan tersebut telah disampaikan kepada instansi terkait. PTMB telah berkoordinasi secara resmi dengan pihak BWS Kalimantan IV dan BPBPK Kaltim untuk mempercepat realisasi penanganan keterbatasan air baku di Balikpapan. (*)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page