Cegah Stunting Sejak Dini, PHKT Salurkan Bantuan untuk 20 Keluarga Berisiko di PPU

Timur Media, Penajam – Upaya mencegah stunting tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan justru perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi 1.000 HPK sekaligus penyaluran bantuan bagi keluarga berisiko stunting yang digelar PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Penajam, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).
Kegiatan yang digelar di Balai Penyuluh KB, Kamis (9/7/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperkuat pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak.
Sebanyak 20 keluarga berisiko stunting menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan bantuan berupa paket sembako dan makanan tambahan dari PHKT yang akan disalurkan secara bertahap selama tiga bulan.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten PPU, Jansje Grace Makisurat, mengapresiasi dukungan dan kepedulian PHKT yang ikut mengambil bagian dalam upaya pemerintah daerah menekan angka stunting.
Penanganan stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan, tenaga kesehatan, penyuluh, kader, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, keluarga yang menerima bantuan bukanlah keluarga dengan anak yang sudah mengalami stunting, melainkan keluarga yang memiliki risiko stunting. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting karena pencegahan jauh lebih baik dilakukan sebelum persoalan stunting terjadi.
“Program ini menyasar keluarga yang berisiko stunting agar anak-anak tidak sampai mengalami stunting. Apabila seorang anak telah mengalami stunting, maka upaya penanganannya tentu akan lebih berat. Oleh karena itu, pencegahan merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan secara bersama-sama,” tandasnya. (ADV)