Cegah Stunting dari Keluarga, DP3AP2KB PPU Perluas Edukasi

Timur Media, Penajam – Pencegahan stunting terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Tidak hanya menyasar anak, upaya tersebut kini semakin diarahkan pada keluarga yang memiliki risiko stunting agar persoalan dapat dicegah sejak dini.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara, kembali menggelar Edukasi Pencegahan Stunting di Kecamatan Waru, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi yang dilaksanakan di empat kecamatan di Kabupaten PPU. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kecamatan Penajam pada Senin.

Edukasi tersebut selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap di kecamatan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencegah stunting sejak dari keluarga.

Kegiatan di Kecamatan Waru dihadiri Camat Waru, lurah, Ketua Tim Penggerak PKK, serta keluarga yang masuk dalam kelompok berisiko stunting sebagai peserta utama.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan DP3AP2KB PPU, Andriany Yusnita, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, lingkungan masyarakat hingga keluarga. Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, TP PKK, tenaga kesehatan, hingga keluarga untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap penyediaan gizi, kesehatan ibu hamil, serta pola asuh yang baik bagi anak,” ujarnya.

Andriany mengatakan, pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah stunting. Sebab, intervensi tidak seharusnya baru dilakukan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan.

Pencegahan justru perlu dimulai sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan menjadi fase penting bagi pertumbuhan serta perkembangan anak.

“Harapan kami, melalui edukasi ini masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting, semakin memahami pentingnya pencegahan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak memasuki usia dua tahun,” jelasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page