Balikpapan Raih Nilai Plus dalam Verifikasi PKK Berkat Program Jarwasnaba

BALIKPAPAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) di Kota Balikpapan. Apresiasi tersebut disampaikan saat verifikasi lapangan Lomba PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026.

Balikpapan dinilai menjadi salah satu daerah dengan struktur kepengurusan Jarwasnaba yang paling lengkap di Kalimantan Timur, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Titing Qomariah, mengatakan hampir seluruh wilayah di Balikpapan telah memiliki kepengurusan Jarwasnaba yang aktif. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.

“Kalau melihat kondisi di Balikpapan, saya menilai sekitar 90 persen sudah terbentuk. Hampir semua kecamatan dan kelurahan sudah memiliki kepengurusan Jarwasnaba. Ini menjadi nilai lebih karena di beberapa kabupaten dan kota lainnya masih belum terbentuk secara menyeluruh,” kata Titing.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terbentuknya organisasi, tetapi juga dari aktivitas dan inovasi yang dijalankan para remaja dalam mendukung gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Tim verifikasi menemukan berbagai kegiatan edukatif yang telah dilakukan, mulai dari penyuluhan, seminar, kampanye bahaya narkoba, hingga berbagai kreativitas remaja dalam menyampaikan pesan antinarkoba kepada masyarakat.

“Kami tidak hanya menilai ada atau tidaknya kepengurusan. Yang kami lihat adalah seberapa aktif mereka bergerak, bagaimana mereka melakukan sosialisasi, membuat kegiatan edukasi, hingga menciptakan inovasi dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada generasi muda,” ujarnya.

Titing menilai keterlibatan remaja memiliki peran strategis karena kelompok usia tersebut berada paling dekat dengan lingkungan pergaulan sebaya yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Melalui Jarwasnaba, para pelajar didorong menjadi pelopor gaya hidup sehat sekaligus garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan mereka.

“Ke depan kami berharap para remaja tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi baru dalam kampanye antinarkoba. Masa depan bangsa ada di tangan mereka, sehingga mereka harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Jarwasnaba merupakan inovasi TP PKK Kalimantan Timur yang dikembangkan melalui program Krisan (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba) yang dijalankan oleh Kelompok Kerja (Pokja) I PKK.

Program tersebut melibatkan pelajar dan remaja sebagai agen perubahan yang bertugas memberikan edukasi, sosialisasi, serta kampanye bahaya narkoba kepada teman sebaya maupun masyarakat luas.

“Jarwasnaba adalah Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba. Program ini dibentuk untuk melibatkan para remaja secara langsung dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan kampanye bahaya narkoba kepada teman-teman sebaya mereka,” jelas Titing.

Ia menambahkan, program tersebut telah mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai salah satu inovasi daerah dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis masyarakat.

Karena itu, TP PKK Kalimantan Timur terus mendorong penguatan organisasi Jarwasnaba hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui pembinaan berkelanjutan maupun pelaksanaan lomba.

“Kami ingin para remaja tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba. Harapannya mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Verifikasi lapangan yang dilakukan TP PKK Provinsi Kalimantan Timur merupakan bagian dari rangkaian penilaian Lomba PKK Tingkat Provinsi Tahun 2026. Selain Jarwasnaba, tim penilai juga mengevaluasi sejumlah program unggulan lainnya, seperti Dasawisma, Gelari Pelangi, dan Aku Hatinya PKK. (Deb)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page