APSAI PPU Dikukuhkan, Mudyat Noor Dorong Dunia Usaha Jadi Sahabat Anak

Timur Media, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mendorong dunia usaha mengambil peran lebih luas dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Perusahaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Dorongan tersebut disampaikan Mudyat menyusul pengukuhan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten PPU periode 2026–2031, Senin (14/9/2026).
Pengukuhan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Ketua Umum APSAI Pusat, Wida Septarina, dari Jakarta.
Mudyat Noor mengapresiasi terbentuknya APSAI PPU dan berharap organisasi tersebut dapat memperkuat keterlibatan perusahaan dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
“Selamat dan apresiasi atas terbentuknya APSAI Kabupaten Penajam Paser Utara, sekaligus kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dipercaya untuk menjalankan amanah organisasi,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan investasi. Pembangunan juga harus mampu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk berkembang secara optimal.
Melalui APSAI, Mudyat Noor berharap perusahaan di PPU semakin aktif menerapkan kebijakan dan program yang memperhatikan kepentingan anak. Bentuknya dapat berupa lingkungan kerja ramah keluarga, dukungan pendidikan dan kesehatan, serta upaya mencegah kekerasan dan eksploitasi anak.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan anak seharusnya tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility atau CSR.
“Prinsip-prinsip perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari program CSR semata. Lebih jauh, prinsip tersebut dapat menjadi bagian dari budaya dan tata kelola perusahaan,” tegasnya.
Mudyat Noor meminta APSAI PPU mampu mengidentifikasi kebutuhan anak di daerah dan menerjemahkannya ke dalam program yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung. Menurutnya, komitmen perusahaan terhadap anak perlu diwujudkan secara berkelanjutan, termasuk melalui kebijakan internal dan perhatian terhadap keluarga pekerja.
Ia berharap pengurus APSAI PPU periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat kolaborasi untuk mendukung terwujudnya Kabupaten PPU yang ramah dan layak anak.
Sementara itu, Ketua Umum APSAI Pusat, Wida Septarina, menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak perlu menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan kegiatan bisnis.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi dunia usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya menjadi penonton dari pembangunan. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi setiap anak,” ujarnya.
Wida Wida Septarina menyebut APSAI PPU memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak.
Ia menjelaskan, keterlibatan perusahaan tidak cukup hanya melalui program CSR. Dunia usaha juga perlu memperhatikan kebijakan ramah keluarga, keamanan lingkungan kerja, pencegahan eksploitasi anak, keamanan produk, serta dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan anak.
Menurut Wida Septarina, pemerintah daerah dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun sistem perlindungan anak. Pemerintah berperan melalui kebijakan, pelayanan, dan kelembagaan, sedangkan perusahaan memiliki sumber daya, inovasi, serta jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan hak anak.
“Kepada ketua dan seluruh pengurus APSAI Kabupaten Penajam Paser Utara, selamat atas amanah yang diterima hari ini. Saya berharap APSAI dapat menjadi ruang belajar, ruang berbagi dan ruang bergerak bersama bagi seluruh dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap anak,” pungkasnya. (ADV)