Apa kalian pernah mendengar “Alpaca”?.

ALPACA
Oleh: Ickur
Investor Crypto

Apa kalian pernah mendengar “Alpaca”?.

Kalau kalian googeling kata “alpaca”, hasil pencarian akan muncul penjelasan wikipedia. Kurang kebih seperti ini; Alpaca adalah binatang menyusui dari Amerika Selatan yang diambil bulunya untuk barang rajutan dan jahitan. Sedangkan jika dicari di youtube, maka akan muncul “deHakims channel” , kanal youtube milik presenter Irfan Hakim. Irfan Hakim memang dikenal memiliki banyak binatang peliharaan, termasuk Alpaca ini.

Aku tahu Alpaca pertama kali bukan sebagai binatang khas asal Amerika Selatan, tapi sebagai salah satu mata uang (currency) Crypto. Lambang yang digunakan pada Coin Alpaca Finance adalah meme binatang Alpaca. Nah, dari sinilah aku tahu kalau ternyata Alpaca adalah salah satu jenis binatang khas Amerika Selatan.

Seperti biasa, ketika aku mendapat informasi tentang Crypto Currency yang diperdagangkan di Excange lokal atau exchange internasional, maka yang pertama kulakukan adalah mencari ulasan tentang Coin/token Crypto tersebut di Channel youtube, setelah itu men-verval (verifikasi dan validasi) melalui coinmarketcap.com (CMC). membandingkan harga yang tertera di CMC dengan beberapa Exchange, melihat riwayat harga tertinggi dan terendah dari pertama kali launching sampai sekarang, kemudian mencari berapa jumlah suplai maksimal serta suplai yang beredar saat ini. Terakhir, membandingkan harga suatu coin dengan coin yang lain berdasarkan jumlah coin yang beredar serta suplai maksimalnya.

Saat melakukan komparasi harga antara Alpaca dan MATIC yang merupakan coin Crypto milik Polygon, aku menjadi sangat antusias terhadap Alpaca. Harga Alpaca saat itu (21 April 2023) adalah Rp. 4.200,-, sedangkan harga MWTIC adalah Rp. 15.800,-. Peredaran suplai Alpaca saat ini adalah 152.010.573 dengan jumlah suplai maksimal sebanyak 188.000.000. kalau dibandingakan dengan jumlah MATIC yang beredar adalah 9.249.469.069, dengan suplai maksimal sebesar 10.000.000.000.

Dari membandingkan antara Alpaca dan MATIC, aku melihat ada yang “aneh” dari Alpaca. Perbandingan suplai antara Alpaca dan MATIC sekitar 1:5, yang mana suplai Alpaca jauh lebih sedikit. Artinya harusnya harganya lebih tinggi 5x lipat dari harga MATIC. Harusnya harga Alpaca melampaui harga BNB yang merupakan coin Crypto dari Excange terbesar di dunia, Binance. Harga BNB saat ini adalah sekitar Rp. 4.774.000,- dengan jumlah suplai yang terbesar sebanyak 155.861.922 dan tidak ada batas suplai maksimal.

Harga Alpaca dalam kalkulasi matematis harusnya mendekati harga sang peringkat dua tertinggi di CMC, apalagi kalau bukan ETH (Etherium) yang sekarang seharga Rp. 27,868,731,-. Memang suplai maksimal ETH terpaut lebih sedikit di bawah Alpaca yaitu sebanyak 120.369.776, tapi ETH tidak memiliki suplai maksimal. Dari segi suplai maksimal, Alpaca manang. Apapun yang terjadi Alpaca tidak bisa lagi untuk memperbanyak jumlah suplai yang beredar melebihi jumlah suplai maksimalnya yang ada saat ini. Sedangkan ETH masih memungkinkan untuk memlipat gandakan suplai yang beredar tanpa ada batas maksimal. Melipat gandakan suplai dapat menyebabkan harga suatu coin Crypto terjun bebas seperti yang terjadi pada LUNA yang saat itu berada di puncak harga; Rp. 1.749.000,- longsor tanpa ampun ke harga Rp. 0,24,-. Kini suplai LUNA yang beredar sebesar 5,8 trilyun, masih tanpa suplai maksimal.

Apakah Alpaca akan menjadi proyek Crypto yang kedepannya bisa menembus 10 besar peringkat CMC?, ataukah peringkat tidak begitu penting, justru yang penting adalah apakah Alpaca mampu menembus harga minimal 5 kali lipat di atas harga MATIC atau Maksimalnya bisa melampaui BNB bahkan menyamai ETH?. Tentu gerak pasarlah yang bisa menjawabnya!.

Disclaimer: tulisan ini bukanlah ajakan untuk membeli atau menjual crypto currency.*

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button