Aktivitas Tambang Batubara Disorot Lagi

TIMUREDIA, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, melihat kondisi ruas jalan di provinsi sangat menyedihkan akibat maraknya aktivitas tambang ilegal.
Ia menyebut, salah satu latar belakang buruknya jalan di Kaltim terjadi akibat aktivitas pertambangan ilegal yang melewati beberapa jalan di Kaltim.
Salehuddin mengaitkan hal tersebut dengan tidak adanya tidak tegas dari aparat kepada oknum penambang ilegal, yang berujung kerap ditemui kendaraan tambang ilegal tersebut muncul di jalan.
“Ini sebenarnya adalah ketidaktegasan pemerintah termasuk aparat untuk menindak oknum-oknum tersebut,” jelasnya.
Terlebih lagi, dia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim harusnya melakukan proses pelaporan sebagai tindak lanjut kepada penambang ilegal sebagai konsekuensi. “Ya harusnya dilaporkan, tapi apa yang kita sampaikan dan suarakan sampai saat ini tidak ada bentuk tindak lanjutnya,” terangnya.
Kemudian, akses jalan Tenggarong ke Kota Bangun mengalami kerusakan pada ruas jalanya. Menurutnya kerusakan ruas jalan tersebut telah ada beberapa tahun belakangan.
“Akses jalan Tenggarong menuju Kota Bangun sangat rusak, apa penyebabnya. Ya salah satunya karena aktivitas truk tambang koridor yang tampak selalu melalui jalan umum,” tegasnya.
Ia berharap Pemprov Kaltim untuk segera mengatasi permasalahan tersebut. Harus ada ketegasan Pemprov Kaltim terkait dengan permasalahan tersebut untuk ditindaklanjut.
“Segera berdiskusi dengan perangkat daerah untuk menyelesaikan masalah kerusakan jalan,” ujarnya. (tm/adv)