Ada 779 Hektare Lahan Pertanian Tak Tergarap, Distan PPU Cari Solusi Jangka Panjang

Timur Media, Penajam – Sebanyak 779,6 hektare lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat tidak lagi produktif, padahal diketahui lahan tersebut sebelumnya lahan tersebut sempat aktif dan menghasilkan, namun kini ditinggalkan petani karena berbagai alasan.
Data tersebut diungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Distan PPU, Gunawan. Disebutkanya juga bahwa lahan tidak produktif itu tersebar di empat kecamatan.
“Dari total 7.508 hektare Luas Baku Sawah (LBS), hanya 6.729 hektare yang ditanami dan dipanen. Sisanya, sekitar 779,6 hektare tidak digarap sama sekali,” ujar Gunawan,
Lebih lanjut Gunawan menjelaskan, petani enggan untuk kembali menggarap lahan tersebut yakni, kerugian berulang, gagal panen, hingga minimnya akses infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani jadi alasan utama petani enggan kembali menanam.
Bukan cuma itu, kondisi geografis dan gangguan alam juga ikut memperparah. Di Desa Babulu Laut, air pasang membawa air asin hingga ke lahan pertanian dan merusak tanaman. Sementara di Desa Gunung Makmur, lahan yang rendah dan berlumpur kerap jadi langganan banjir.
“Setiap desa punya tantangan berbeda. Jadi kita belum bisa simpulkan satu penyebab tunggal,” kata Gunawan.
Sebagai langkah awal, Distan berencana menurunkan Brigade Pangan (BP) ke sejumlah lahan yang masih memungkinkan untuk digarap. Kelompok ini akan dibekali alat dan dukungan modal dari Kementerian Pertanian.
“Untuk lahan yang kecil-kecil, kita arahkan tim BP untuk maksimalkan lagi potensinya. Ini jadi upaya jangka pendek sambil kita terus identifikasi penyebab dan solusi jangka panjangnya,” pungkasnya. (ADV)