Bantu Air Bersih Warga, Mudyat Minta Warga Laporkan Wilayah yang Membutuhkan Bantuan

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai merespons keterbatasan pasokan air bersih yang dirasakan warga di sejumlah wilayah akibat kemarau panjang. Bupati PPU Mudyat Noor meminta masyarakat segera menyampaikan laporan apabila kesulitan mendapatkan air bersih.
Laporan tersebut dapat disampaikan melalui lurah atau kepala desa setempat, camat, maupun langsung kepada pemerintah daerah. Informasi dari masyarakat diperlukan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan distribusi air bersih.
Mudyat mengatakan dirinya telah menyalurkan bantuan air bersih secara pribadi ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, pembagian air bersih bisa kami salurkan ke sejumlah desa dan kelurahan di PPU. Semoga lebih banyak lagi kawasan yang bisa dijangkau untuk mendapatkan air bersih secara gratis ini,” kata Mudyat.
Salah satu penyaluran dilakukan di Perumahan Pamulang, RT 15, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, pada Rabu (28/10). Sebanyak 14.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu kebutuhan warga.
Bantuan kemudian diberikan kepada masyarakat Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, pada Sabtu (31/10). Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 19.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga.
Menurut Mudyat, distribusi tersebut merupakan bentuk bantuan sementara bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air selama kondisi kemarau. Ia berharap penyaluran dapat diperluas ke wilayah lain berdasarkan informasi dan laporan warga.
“Bismillah, bantuan ini merupakan atas nama pribadi saya. Doakan, kawasan lain yang kesulitan air bersih bisa kami jangkau. Bagi warga yang kesulitan air bersih, bisa lapor ke saya,” ujarnya.
Kondisi kemarau juga terjadi bersamaan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Situasi tersebut membuat kebutuhan air bersih semakin penting, terutama bagi masyarakat yang sumber airnya mengalami penurunan debit.
Karena itu, Mudyat meminta warga tidak menunggu hingga kondisi semakin parah untuk menyampaikan laporan. Informasi mengenai lokasi dan kondisi warga akan menjadi bahan untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan.
Langkah tersebut diharapkan membantu mempercepat respons terhadap warga yang mengalami kesulitan air bersih sekaligus memastikan bantuan dapat diarahkan ke kawasan yang paling membutuhkan.(ADV)