Stunting PPU Menurun, Pemkab Fokus Perkuat Intervensi di Dua Wilayah

Timur Media, Penajam – Angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren penurunan sepanjang 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten PPU masih memberikan perhatian khusus terhadap dua desa atau kelurahan yang dinilai membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU Mulyono mengatakan perkembangan penanganan stunting tahun ini menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, upaya penurunan tetap perlu diperkuat agar tren tersebut dapat dipertahankan.
“Iya, ada penurunan. Tapi masih ada dua desa atau kelurahan untuk stunting itu,” kata Mulyono.
Salah satu wilayah yang disebut masih menjadi perhatian adalah Desa Sepan. Sementara satu wilayah lainnya belum dapat dirinci Mulyono.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong intervensi di wilayah yang masih memiliki persoalan stunting. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Itu mungkin nanti kita push terus bagaimana caranya angka stunting bisa berkurang,” ujarnya.
Mulyono menyebut kondisi stunting PPU tahun ini sudah jauh lebih baik. Meski demikian, ia belum menyampaikan angka penurunan secara rinci.
“Tahun ini sudah jauh turun,” katanya.
Dinas Ketahanan Pangan PPU turut mengambil peran melalui intervensi pangan sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan intervensi kesehatan dan pendampingan keluarga.
Mulyono berharap dukungan anggaran pada tahun mendatang dapat lebih optimal sehingga cakupan program intervensi pangan dapat diperluas.
“Mudah-mudahan tahun depan fiskal agak lumayan. Jadi porsi untuk Dinas Ketahanan Pangan bisa bertambah,” ujarnya.
Penanganan stunting di PPU dilakukan secara lintas sektor. Selain Dinas Ketahanan Pangan, sektor kesehatan, keluarga berencana, posyandu, serta pemerintah desa dan kelurahan memiliki peran dalam pemantauan dan pendampingan keluarga.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penanganan stunting tidak hanya berfokus pada penurunan angka, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan dan gizi keluarga terpenuhi secara berkelanjutan.
Dengan tren yang terus membaik, Pemkab PPU menargetkan wilayah yang masih menjadi perhatian dapat memperoleh intervensi lebih intensif. Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dan kader di tingkat desa sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penanganan stunting. (ADV)