Jaga Kondisi Pangan Stabil, DKP PPU Pantau Harga dan Jumlah Stok

Timur Media, Penajam – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memantau harga dan ketersediaan pangan setiap hari untuk menjaga stabilitas pasokan di pasaran. Pemantauan dilakukan melalui survei harga di pasar serta pemeriksaan stok beras di tingkat penggilingan, termasuk mencermati dampak penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi pangan di kabupaten Penajam Paser Utara aman dan terkendali.

Kepala DKP PPU, Mulyono, mengatakan pemantauan rutin tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan pangan secara langsung. Data dari pasar dan penggilingan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah dalam melihat kondisi pasokan pangan di PPU.

“Monitoring keamanan pangan itu setiap hari, kita survei harga ke pasar. Selain harga, stok juga kita pantau, termasuk yang ada di penggilingan-penggilingan,” kata Mulyono.

Menurutnya, penyerapan gabah petani oleh Bulog turut menjadi perhatian dalam pemantauan stok. DKP memperkirakan sekitar 30 hingga hampir 50 persen produksi gabah petani telah diserap Bulog. Karena itu, ketersediaan hasil panen yang masih berada di penggilingan perlu terus dipantau untuk mengetahui potensi pasokan yang dapat dipasarkan.

Pemantauan tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi pangan, baik dari sisi harga maupun ketersediaan stok di luar persediaan yang dikelola pemerintah.

Selain pengawasan pasokan, DKP PPU juga mencermati rencana penyaluran bantuan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bantuan beras direncanakan kembali disalurkan selama Oktober hingga Desember 2026.

Mulyono menyebutkan, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) direncanakan memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Pada periode ini, bantuan yang diberikan berupa beras tanpa tambahan minyak goreng, berbeda dengan penyaluran sebelumnya.

“Kalau tiga bulan sebelumnya masyarakat mendapat beras dan minyak, untuk penyaluran kali ini hanya beras, 10 kilogram per kepala keluarga per bulan selama tiga bulan,” ujarnya.

Pemantauan harga dan stok pangan dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi kenaikan harga, sedangkan penyaluran bantuan beras diharapkan meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page