Kemarau dan Keterbatasan Personel, Disperkimtan PPU Tetap Rawat 38,7 Hektare RTH

Timur Media, Penajam – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap melakukan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 38,7 hektare di tengah musim kemarau.
Kondisi kemarau membuat penyiraman tanaman menjadi salah satu pekerjaan yang harus disiasati. Pasalnya, armada tangki air milik Disperkimtan juga digunakan untuk mendukung distribusi air bersih dan penanganan kondisi kedaruratan.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, mengatakan penyiraman tetap dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan personel dan kebutuhan di lapangan.
“Penyiraman kami siasati di posisi malam. Malam teman-teman menyiram di tengah-tengah menyuplai air. Tugas tetap harus dilaksanakan walaupun intensitasnya agak berkurang,” kata Khairil.
Saat ini, Disperkimtan PPU mengelola sekitar 38,7 hektare RTH yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari taman, median jalan hingga kawasan hijau dengan luasan cukup besar.
Di antaranya Taman Rozeline seluas 1,7 hektare, Taman Penyembolum Alun-alun Pemkab PPU sekitar 2 hektare, RTH depan Stadion Panglima Sentik 6,8 hektare, RTH Korpri Sungai Parit RT 008 seluas 1,6 hektare, RTH Korpri Sungai Parit RT 007 seluas 0,75 hektare, serta Hutan Kota Nipah-Nipah sekitar 15 hektare.
Khairil menyebut luasan tersebut masih di bawah target pengelolaan RTH yang mencapai sekitar 54 hektare. Karena itu, pemeliharaan dilakukan dengan membagi personel dan pekerjaan berdasarkan lokasi serta tingkat kebutuhan.
“38,7 hektare itu kita kelola rutin. Sebenarnya target kami ada 54 hektare. Penanganannya masih dengan sistem membagi supaya memenuhi penanganan,” ujarnya.
Selain penyiraman, pemeliharaan mencakup pembersihan kawasan dan pemangkasan rumput. Petugas tetap ditempatkan di sejumlah titik, termasuk median jalan di Kelurahan Petung.
Namun, upaya tersebut terkendala keterbatasan personel. Disperkimtan PPU saat ini memiliki sekitar 70 petugas taman yang harus dibagi untuk sejumlah pekerjaan, seperti tim perintisan, petugas segmen, pemangkasan pohon dan penyiraman.
“Petugas taman kurang lebih ada 70 orang. Itu terbagi lagi dari tim perintisan, tim yang ditempatkan di segmen, tim armada pemangkasan pohon, dan tim tangki untuk penyiraman,” jelasnya.
Untuk penyiraman, Disperkimtan PPU memiliki dua unit mobil tangki. Armada tersebut tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan RTH, tetapi juga mendukung penanganan kedaruratan, termasuk distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekeringan serta kebutuhan penanganan kebakaran.
“Karena kami masuk dalam satgas kedaruratan, kami harus menyuplai air bersih dan menyuplai air untuk kebakaran yang terjadi. Tim kami full untuk kondisi saat-saat ini,” pungkasnya. (ADV)