Kualitas Udara PPU Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan Dan Pakai Masker

Timur Media, Penajam – Kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami penurunan dan masuk kategori tidak sehat. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU menunjukkan indeks kualitas udara mencapai angka 102.

Kepala DLH PPU Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, angka tersebut terpantau melalui alat pemantau kualitas udara yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. Penurunan kualitas udara terutama terlihat pada pagi hari.

“Tadi terbaca sudah 102, artinya sudah titik di mana kualitas udara sudah tidak sehat, terutama sangat pagi hari,” kata Kuncoro, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan hasil pemantauan sebelumnya yang masih menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang. Berdasarkan indikator yang digunakan, indeks 0 hingga 100 masih berada dalam kategori sedang, sedangkan angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, indeks 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat dan angka di atas 300 berada pada kategori berbahaya.

Kuncoro menduga penurunan kualitas udara di PPU dipengaruhi kondisi cuaca dalam sepekan terakhir. Kondisi langit yang cenderung tertutup pada siang hari diduga membuat asap atau polusi lebih lama berada di udara.

“Kondisi cuaca selama sepekan terakhir ini, siang hari matahari tidak tampak. Diduga asap atau polusi tertumpuk di udara,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko paparan polusi, DLH PPU mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan,” katanya.

DLH PPU juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kondisi kualitas udara tersebut, termasuk kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi udara semakin memburuk.

Kuncoro menambahkan, kondisi kualitas udara di sejumlah daerah lain di Kalimantan telah berada pada level lebih buruk. Karena itu, pemantauan kualitas udara di PPU akan terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page