Cegah Penularan PMK, Distan PPU Dapat 2.000 Dosis Vaksin

Timur Media, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melanjutkan upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi melalui program vaksinasi. Pada tahun anggaran 2026, PPU mendapatkan bantuan 2.000 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan vaksinasi dilakukan secara rutin setiap tahun untuk mengurangi risiko penularan PMK pada ternak sapi di wilayah tersebut.
Menurut dia, vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama karena hasil pemantauan di lapangan masih menemukan sejumlah sapi dengan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
“Tahun anggaran 2026 ini, PPU mendapatkan bantuan 2.000 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian,” kata Ristu.
Ia menjelaskan, beberapa ternak yang menunjukkan gejala PMK masih dapat ditangani. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena penyakit yang menular pada hewan berkuku belah itu berpotensi mengganggu kesehatan ternak dan merugikan peternak.
“Hasil pemantauan kami di lapangan ada beberapa ternak sapi yang mengalami gejala PMK, tetapi masih bisa ditangani karena belum kategori parah,” ujarnya.
Ristu mengatakan, bantuan vaksin dari pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya pengendalian PMK di daerah. Pelaksanaan vaksinasi diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan ternak sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dapat berdampak pada populasi sapi.
Selain vaksinasi, Distan PPU juga melakukan pengawasan terhadap ternak sapi yang dipelihara masyarakat maupun sapi yang didatangkan dari luar daerah. Pengawasan ini diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan hewan dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit.
Distan PPU turut mengingatkan peternak agar lebih memperhatikan kondisi ternak yang dipelihara. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk mengetahui lebih dini apabila terdapat perubahan kondisi kesehatan atau gejala penyakit.
Ristu meminta peternak segera melaporkan kepada Distan PPU apabila menemukan sapi yang menunjukkan gejala mengarah pada PMK. Dengan laporan tersebut, petugas dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi ternak.
“Para peternak juga harus memperhatikan kondisi kesehatan ternaknya. Jika ada gejala terjangkit PMK, harus cepat melapor ke Dinas Pertanian,” pungkasnya. (ADV)