Sekolah Rakyat PPU Mulai Dipetakan, Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mempetakan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR). Sekolah Rakyat yang pembangunannya di tujukan untuk memastikan pendidikan kepada keluarga kurang mampu atau masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan 2.
Namun, tidak semua keluarga yang masuk dalam data tersebut akan langsung jadi peserta, Sehingga Pemerintah daerah masih akan menyaring data tersebut berdasarkan usia anak, jenjang pendidikan hingga kondisi keluarga untuk memastikan peserta yang dipilih benar-benar sesuai dengan sasaran program.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU Ainie menjelaskan, data awal pemerintah mencatat sekitar 4.900 keluarga berada dalam desil 1 dan lebih dari 5.000 keluarga masuk desil 2.
Meski jumlahnya cukup besar, angka tersebut belum dapat digunakan untuk menentukan jumlah calon peserta didik. Sebab, satu keluarga belum tentu memiliki anak yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti Sekolah Rakyat.
“Data desil itu secara keseluruhan, kita juga harus melihat lagi anak yang sekolah dan yang akan masuk ada berapa orang. Nanti kita rakor dengan Dinas Pendidikan,” kata Ainie.
Menurutnya, pemetaan akan dilakukan secara lebih rinci bersama Dinas Pendidikan PPU. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi pendidikan anak dalam keluarga yang masuk kelompok sasaran, termasuk anak yang belum pernah bersekolah maupun yang sudah tidak melanjutkan pendidikan.
Khusus anak putus sekolah, Dinsos PPU akan melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jenjang pendidikan terakhir serta alasan mereka berhenti sekolah.
“Untuk anak putus sekolah kami diskusikan lebih lanjut. Kita petakan dulu, apakah karena faktor ekonomi atau alasan lainnya,” ujarnya.
Ainie mengatakan, anak yang belum pernah mengenyam pendidikan juga berpeluang mengikuti Sekolah Rakyat selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Rencananya, peserta didik angkatan pertama Sekolah Rakyat PPU akan dibatasi sekitar 30 siswa dalam setiap kelas. Program tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.
Setelah proses pemetaan dan verifikasi data selesai, Pemkab PPU akan mengundang orang tua calon peserta didik. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai program sekaligus memastikan kesiapan orang tua dan calon siswa.
Langkah pemetaan secara bertahap ini menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU memastikan program Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar keluarga berdasarkan data administratif, tetapi benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan dan dukungan lebih besar.
“Semoga pelaksanaan Sekolah Rakyat di PPU dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)