Pemaluan Disiapkan Jadi Sentra Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk PPU dan IKN

Timur Media, Penajam – Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), disiapkan menjadi lokasi pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) untuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PPU.

Program yang direncanakan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akan dikembangkan di lahan sekitar 17 hektare. Survei terhadap lokasi yang berada di kawasan IKN itu telah dilakukan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) PPU, Ristu Pramula, mengatakan survei lahan merupakan salah satu tahapan awal sebelum proyek tersebut direalisasikan.

“Pihak dari pusat sudah melakukan survei lahan untuk pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Pemaluan,” kata Ristu.

Menurutnya, konsep HAT tidak hanya berfokus pada produksi ayam pedaging dan telur. Kawasan tersebut nantinya dirancang sebagai sistem peternakan terintegrasi yang mencakup penyediaan bibit ayam, produksi telur, ayam pedaging, pengolahan hasil ternak hingga pabrik pakan.

“Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi tidak hanya memproduksi telur dan ayam pedaging, tetapi juga memproduksi pakan ternak,” ujarnya.

Ristu mengatakan keberadaan sentra peternakan terintegrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan, khususnya komoditas telur dan ayam pedaging, bagi masyarakat PPU maupun kebutuhan di kawasan IKN.

Pasokan dari kawasan tersebut juga diproyeksikan dapat mendukung kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program hilirisasi peternakan ini akan memperkuat rantai pasok ayam pedaging dan telur di PPU,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan HAT merupakan program pemerintah pusat sehingga kebutuhan pembangunan fisik hingga penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara Pemkab PPU akan mendukung dari sisi administrasi pertanahan dan proses perizinan usaha.

Ristu berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Selain memperkuat pasokan pangan, pengembangan kawasan peternakan terintegrasi juga dinilai berpotensi membuka lapangan pekerjaan di wilayah sekitar.

“Karena keberadaan Hilirisasi Ayam Terintegrasi tidak hanya memenuhi kebutuhan telur dan ayam pedaging bagi masyarakat PPU, tetapi juga akan membuka peluang kerja,” pungkasnya. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page