Disdikpora PPU Dorong Guru PAUD Terus Tingkatkan Kompetensi

Timur Media, Penajam – Peningkatan kapasitas pendidik menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam mendorong kualitas pendidikan anak usia dini. Salah satunya melalui penguatan kompetensi guru melalui pelatihan yang memberikan keterampilan praktis dalam mengembangkan pembelajaran kreatif.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Pelatihan Guru Kreatif yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten PPU. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, di Gedung Serbaguna Polres PPU Tantya Sudhirajati.
Pelatihan mengangkat tema “Guru Kreatif, Anak Aktif: Seni Menghadirkan Pembelajaran yang Menyenangkan” dan diikuti para guru taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten PPU.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber tingkat nasional, Deden HMS atau yang dikenal dengan sapaan Kang Deden Gurame. Ia merupakan penulis buku 50 Teknik Membuka Kelas Anti Ngantuk.
Bagi Disdikpora PPU, peningkatan kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan penambahan pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkannya dalam proses pembelajaran. Karena itu, pelatihan diarahkan agar guru memperoleh referensi metode dan aktivitas yang dapat diterapkan sesuai karakteristik anak usia dini.
Durajat mengatakan, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang mampu menarik perhatian anak. Kreativitas pendidik dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak monoton dan dapat mendorong anak lebih aktif berinteraksi selama berada di kelas.
“Pelatihan diselenggarakan sebagai wadah bagi para guru TK se-Kabupaten PPU untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan praktik kreatif dalam pembelajaran melalui pendekatan seni serta aktivitas inovatif yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak,” kata Durajat.
Menurutnya, kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran menjadi bagian penting dari kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memilih pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Melalui pelatihan tersebut, para guru mendapatkan kesempatan untuk memperkaya teknik mengajar, mengeksplorasi pendekatan berbasis seni, serta mengembangkan aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif.
Disdikpora PPU berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Guru didorong untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing dan menyesuaikannya dengan kebutuhan anak.
Penguatan kapasitas secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga profesionalisme pendidik. Dengan kompetensi guru yang terus berkembang, kualitas proses pembelajaran di tingkat PAUD diharapkan ikut meningkat.
Disdikpora PPU menilai pengembangan kompetensi pendidik merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Guru yang memiliki kapasitas dan kreativitas dalam mengajar diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aktif, menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (ADV)