DP3AP2KB PPU Minta Perempuan Tak Hanya Jadi Penerima Manfaat Pembangunan

Timur Media, Penajam – Perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan tidak hanya menjadikan perempuan sebagai penerima manfaat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Kesetaraan gender menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, ekonomi, pelatihan, maupun pengambilan keputusan.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Andi Jasmawati, mengatakan pembangunan yang inklusif harus mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat secara adil, termasuk perempuan yang selama ini turut berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan.

“Pembangunan daerah harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk perempuan, agar mereka dapat berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan secara adil,” ujarnya.

Menurutnya, kesetaraan gender bukan tentang mempertentangkan posisi perempuan dan laki-laki. Lebih dari itu, prinsip tersebut bertujuan memastikan setiap warga memiliki akses dan kesempatan yang setara untuk berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhannya.

Dalam konteks pembangunan daerah, perempuan memiliki potensi besar yang perlu terus diperkuat. Peran mereka tidak hanya terlihat dalam lingkup keluarga, tetapi juga melalui aktivitas ekonomi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, sektor formal, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan serta kemajuan daerah.

Menurutnya pendekatan pembangunan perlu semakin responsif gender. Artinya, perencanaan hingga pelaksanaan program pemerintah harus memperhatikan kebutuhan, kondisi, serta kesempatan yang dimiliki perempuan dan laki-laki agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.

“Kami mendorong agar pembangunan di PPU semakin responsif gender, sehingga perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri,” katanya.

Ia berharap, ke depan semakin terbuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran strategis di berbagai sektor.

Dengan memberikan ruang partisipasi yang setara, perempuan diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat dari pembangunan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menentukan arah dan berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten PPU.

“Sehingga mereka tidak hanya merasakan manfaatnya, tetapi juga ikut berperan dalam menentukan arah kemajuan daerah,” pungknasya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page