Ratusan Guru MI Kota Balikpapan ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Ratusan Guru MI Kota Balikpapan ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta
BALIKPAPAN, Timur Media — Ratusan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Balikpapan berkumpul di Hotel Grand Tiga Mustika selama dua hari, 6–7 Agustus 2026, untuk mengikuti workshop “Implementasi Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”.
Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kementerian Agama Kota Balikpapan ini menjadi tonggak awal penerapan KBC di tahun ajaran 2026/2027. Berbeda dari sosialisasi biasa, workshop ini langsung masuk ke praktik: dari pemahaman kebijakan, simulasi kelas, sampai penyusunan dokumen madrasah yang siap pakai.
Dari teori ke praktik kelas
KBC digagas sebagai kerangka baru pendidikan madrasah. Fokusnya pada nilai kemanusiaan, empati, dan pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru didorong merancang pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan nyata siswa, bukan sekadar transfer materi.
Panitia sengaja memperpanjang durasi praktik agar hasilnya konkret. Targetnya: setiap guru pulang membawa draf kurikulum, modul ajar, dan program kerja yang bisa langsung diterapkan.
Registrasi peserta dibuka pukul 07.30 WITA di kedua hari pelaksanaan di Hotel Grand Tiga Mustika.
“Didik anak dalam kebaikan, bukan kejar perhiasan dunia”
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. Masrivani, S.Ag., M.H., dalam sambutannya mengingatkan prioritas utama pendidik.
“Yang harus kita seriusi adalah bagaimana mendidik anak-anak agar selalu berada dalam kebaikan. Guru tidak perlu terlalu sibuk mengejar ‘perhiasan’ dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak yang datang ke madrasah membawa harapan besar dari orang tua.
“Harapan itu bukan hanya ilmu, tetapi agar anak menjadi shaleh dan shalehah,” katanya.
Masrivani juga menegaskan KBC harus diuraikan hingga dua hal: mengenalkan pribadi Nabi Muhammad SAW sebagai teladan kesalehan personal, dan mendorong penerapan kesalehan sosial di lingkungan madrasah.
Ujian pertama di ruang kelas
Dengan KBC, cara mengajar di MI akan bergeser. Pembelajaran harus lebih mendalam, kontekstual, dan menumbuhkan empati.
Workshop di Hotel Grand Tiga Mustika ini menjadi ujian pertama Balikpapan menerjemahkan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta dari kertas kebijakan menjadi praktik nyata di kelas. Sekaligus menegaskan pesan Kepala Kemenag: mendidik anak yang baik jauh lebih berharga daripada mengejar “perhiasan dunia”. (Ickur)