DP3AP2KB PPU Gelar Peringatan Hari Anak Nasional ke-42, HUT PP PAUD ke-49, dan Hari Keluarga Tahun 2026

Timur Media, Penajam – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, HUT PP PAUD ke-49, dan Hari Keluarga Tahun 2026 di Area Car Free Day (CFD) Jalur Dua Gerbang Madani, Nipah-Nipah, Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi dalam Mewujudkan Kabupaten Penajam Paser Utara yang Ramah Anak Bersama Keluarga Berkualitas”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus membangun keluarga yang berkualitas.
Kegiatan kolaborasi ini melibatkan DP3AP2KB, Disdikpora, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Penajam Paser Utara, PP PAUD, serta mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Sepaku, Perseroda Benuo Taka, Bankaltimtara, Kejaksaan Negeri PPU, Polres PPU, sejumlah perusahaan, pelaku UMKM, dan berbagai pihak lainnya.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya seminar bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus, senam bersama, lomba melukis yang difasilitasi PP PAUD, penampilan seni siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB), pemeriksaan kesehatan gratis, lomba Ranking 1, fashion show daur ulang, serta penampilan Forum Anak Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam laporannya, Sekretaris DP3AP2KB PPU, Mua’allimin, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan telah dimulai beberapa hari sebelumnya melalui seminar bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten PPU dengan menghadirkan narasumber dari kalangan dokter dan psikolog. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, khususnya anak berkebutuhan khusus.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini mengandung tiga pesan utama, yakni Sayangi Anak, Lindungi Anak, dan Siapkan Masa Depan Anak, sebagai pengingat bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan Kabupaten Penajam Paser Utara yang ramah anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPC PP PAUD) PPU, Riawati Koriah Tohar, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional, Hari Keluarga Nasional, dan HUT PP PAUD merupakan tiga momentum yang saling berkaitan erat dengan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.
Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini, sedangkan keluarga menjadi tempat pertama anak memperoleh kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan.
Selama 69 tahun, lanjutnya, HIMPAUDI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Namun, keberhasilan tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga.
“Hanya melalui sinergi yang kuat kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas,” katanya.
Mewakili Bupati PPU, Sekretaris Daerah PPU, Tohar, mengatakan bahwa ketiga momentum tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan menentukan masa depan anak.
“Jika kita ingin melihat wajah Indonesia maupun Kabupaten Penajam Paser Utara dua puluh tahun ke depan, maka lihatlah anak-anak kita hari ini. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa dan daerah,” ujarnya.
Menurut Tohar, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter, tetapi juga persoalan kesehatan anak, terutama stunting. Ia menyebut angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara masih menjadi perhatian sehingga membutuhkan penanganan secara terpadu melalui program konvergensi.
“Permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Penyebabnya berkaitan dengan nutrisi, sanitasi, pola asuh, hingga faktor lainnya. Karena itu diperlukan kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Tohar menekankan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat penitipan anak, melainkan tempat membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, dan menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan berikutnya. (ADV)