Disdikpora PPU Dorong Sekolah Masuk Era Digital, Diskominfo Pastikan Dukungan Penuh

Timur Media, Penajam – Transformasi digital di sektor pendidikan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin nyata. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU kini mulai memperkenalkan aplikasi e-Office kepada tenaga pendidik di sekolah-sekolah. Langkah ini dipandang sebagai titik awal percepatan perubahan tata kelola administrasi pendidikan menuju sistem berbasis digital.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengungkapkan bahwa penerapan e-Office merupakan bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi. Sistem ini tidak hanya menyederhanakan proses administrasi, tetapi juga diyakini dapat meningkatkan kecepatan layanan antara sekolah dan dinas.
Sambutan positif datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU. Kepala Diskominfo, Khairudin, menilai langkah Disdikpora ini sejalan dengan arah pembangunan digital yang sedang didorong pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sangat mendukung adanya e-Office ini, artinya tugas dan fungsi kami dalam transformasi digital berjalan dengan baik,” ujarnya.
Khairudin menjelaskan bahwa salah satu manfaat paling nyata dari penerapan e-Office adalah efisiensi. Proses surat-menyurat, yang selama ini mengandalkan dokumen fisik, dapat dipangkas menjadi lebih ringkas dan cepat melalui kanal digital. Hal ini secara langsung berpengaruh pada penghematan anggaran operasional.
Menurutnya, arsip yang tersimpan secara digital juga lebih mudah dicari, lebih rapi, dan meminimalkan risiko kehilangan data. Namun, ia menegaskan bahwa aspek keamanan informasi harus menjadi perhatian sejak awal untuk mencegah potensi penyalahgunaan data.
“Ke depan, proses surat-menyurat bisa lebih cepat, dan arsip akan tersimpan lebih rapi. Namun, kami juga perlu memberi perhatian khusus pada keamanan data,” tambahnya.
Diskominfo PPU menyatakan komitmennya untuk mendampingi Disdikpora dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan penggunaan e-Office dianggap penting agar guru dan sekolah dapat beradaptasi secara optimal dengan sistem baru tersebut.
“Kami siap memfasilitasi pelatihan dan mendukung kebutuhan lainnya terkait transformasi digital ini,” tegas Khairudin.
Ia juga menjelaskan bahwa implementasi digitalisasi tidak dapat dilakukan secara instan. Penerapan e-Office harus disertai kesiapan perangkat, SDM, hingga sistem keamanan. Salah satu langkah yang sudah berjalan adalah penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) di lingkungan SKPD, yang nantinya akan diperluas ke sekolah-sekolah.
“Semua sudah berjalan baik, tinggal bagaimana nanti mengaplikasikannya secara bertahap agar para guru dan sekolah siap menghadapi transformasi digital ini,” pungkasnya. (ADV/No)