PPU Perkuat Layanan Perlindungan Anak, Targetkan Predikat Kabupaten Layak Anak Nindya

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot kualitas layanan perlindungan anak guna meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya pada tahun ini. Berbagai pembenahan lintas sektor kini dikejar sebagai bagian dari komitmen daerah menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin, mengungkapkan bahwa proses evaluasi KLA dari tim pusat dan provinsi sudah berjalan. Hasil penilaian tersebut dijadwalkan keluar akhir tahun, dan menjadi dasar penentuan apakah PPU naik kelas dari predikat Madya ke Nindya.
Menurut perhitungan internal sementara, PPU telah mengumpulkan sekitar 800 poin dari total 24 indikator KLA. Namun Rozikin menegaskan bahwa nilai tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu koreksi resmi dari tim evaluator.
“Kita sudah melakukan perhitungan dari seluruh indikator. Sementara ini nilainya 800 poin. Namun verifikasi dan koreksi dari provinsi serta pusat masih berjalan, jadi kita menunggu hasil finalnya,” ujarnya.
PPU sebelumnya berhasil mempertahankan predikat Madya, dan tahun ini menjadi momentum penting untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Meski demikian, Rozikin tidak menutup kemungkinan adanya masa perbaikan dua hari setelah nilai resmi keluar.
“Biasanya akan ada waktu perbaikan untuk melengkapi hal-hal yang kurang. Waktunya sangat singkat, jadi seluruh perangkat daerah harus siap,” tambahnya.
Salah satu poin yang masih memerlukan peningkatan adalah indikator kemitraan. Penilaian ini mencakup kerja sama pemerintah dengan media massa, dunia usaha, LPM, lembaga sosial, hingga penyedia layanan ramah anak di berbagai sektor.
“Indikator kemitraan ini yang masih perlu kita perkuat. Klusternya sebenarnya sama, tetapi bagian kemitraan masih perlu kerja ekstra,” tegasnya.
Untuk meraih predikat Nindya, PPU harus mencapai nilai minimal 700. Meski batas penilaian cukup ketat, Rozikin tetap optimistis target tersebut dapat diraih melalui kerja kolektif berbagai pihak. Menurutnya, nilai 705 pun sebenarnya sudah cukup untuk mendapatkan predikat Nindya. Namun ia menegaskan bahwa kualitas implementasi di lapangan tetap menjadi faktor utama dalam penilaian.
“Penilaiannya memang tinggi, tetapi dengan nilai sekitar 705 saja kita bisa lolos ke Nindya. Ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi peluangnya tetap besar,” tutupnya. (ADV/No)