Kolaborasi Kunci Koperasi Lokal Hadapi Ledakan Ekonomi Ibu Kota Nusantara

Timur Media, Penajam – Kecamatan Sepaku kini menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena posisinya strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga karena potensi ekonomi yang sedang tumbuh pesat. Di tengah geliat itu, koperasi lokal berupaya menyiapkan diri agar tidak ketinggalan.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKM Perindag) PPU mendorong pengurus koperasi untuk memperkuat kerja sama dan jejaring. Kepala Dinas, Margono, menekankan bahwa koperasi yang bersatu akan lebih tangguh menghadapi perubahan ekonomi yang cepat.
“Di era IKN, koperasi tidak bisa jalan sendiri. Peluang besar ada di depan mata, tapi hanya bisa dimanfaatkan jika ada kerja sama, sinergi, dan gotong royong,” ujarnya.
Pelatihan yang digelar Dinas KUKM Perindag tidak sekadar teori manajemen atau laporan keuangan. Peserta juga diajak memikirkan strategi kolaborasi, mulai dari kemitraan antar-koperasi hingga proyek bersama yang dapat membuka akses pasar lebih luas.
Sesi diskusi menjadi titik krusial. Para pengurus koperasi berbagi pengalaman, tantangan, dan cara mereka mengelola usaha. Dari sini lahir ide-ide konkret tentang bagaimana koperasi bisa saling mendukung tanpa bersaing.
Salah satu contoh yang muncul adalah pengelolaan produk lokal. Koperasi dari sektor pertanian dan perikanan berencana membangun sistem pemasaran bersama agar produk warga bisa langsung menjangkau konsumen di IKN. Margono menilai, kolaborasi semacam ini bukan hanya meningkatkan keuntungan koperasi, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Koperasi bisa menjadi motor ekonomi berbasis komunitas,” katanya.
Lebih dari itu, pelatihan ini ingin menanamkan pola pikir modern bagi pengurus. Koperasi tidak lagi hanya tentang simpan pinjam atau penjualan tradisional, tapi juga inovasi, digitalisasi, dan jaringan kemitraan.
Para pengurus menyadari, keberhasilan koperasi Sepaku di masa depan bergantung pada kemampuan mereka membangun koneksi, berbagi sumber daya, dan bekerja sama secara nyata. Tanpa kolaborasi, peluang di era IKN bisa hilang begitu saja.
“Bangun koperasi yang modern dan kolaboratif. Sinergi antar-koperasi adalah modal utama untuk menghadapi ledakan ekonomi IK,” pungkasnya. (ADV/No)