Dorong Akses Pendidikan, Kecamatan Penajam Berkolaborasi Dengan Universitas Mulia

Timur Media, Penajam – Dalam upaya menyebarluaskan akses pendidikan, Pemerintah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membangun kerja sama baru dengan Universitas Mulia Balikpapan.
Kolaborasi untuk pendidikan yang dilakukan kecamatan Penajam tersebut, berfokus pada perluasan layanan pendidikan terutama bagi warga yang tergolong Anak Tidak Sekolah (ATS), dan masyarakat yang terhenti di pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Sekretaris Kecamatan Penajam, Peri Tandirerung, mewakili camat Penajam, menyampaikan jika Camat Penajam memberikan dukungan penuh terhadap upaya kolaborasi ini.
“Beliau sebenarnya ingin hadir bersama kita, tetapi ada agenda penting lain. Namun beliau menitipkan salam dan dukungan penuh untuk program Universitas Mulia,” ungkapnya.
Peri juga menjelaskan jika ada salah satu persoalan krusial di wilayahnya, yakni ada sekitar 3.000 warga Penajam yang berstatus ATS. Sehingga dengan kerja sama dengan perguruan tinggi, diharapkan dapat menjadi strategi penting untuk menekan angka tersebut secara bertahap.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Penajam yang belum sempat melanjutkan sekolah,” ujarnya.
Perwakilan Universitas Mulia, Siti Rahmayuni, menjelaskan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan program untuk masyarakat Penajam. Ia menekankan bahwa pihak kampus siap mendampingi, mengajar, hingga melatih peserta didik tanpa membebani biaya honor.
Untuk lulusan SMA atau Paket C, biaya pendidikan ditetapkan senilai Rp 2,3 juta per semester, sudah berlaku hingga lulus. Namun ia memastikan tidak ada pungutan biaya gedung maupun SKS.
“Hanya ada biaya untuk KKN dan wisuda karena itu di luar akademik,” jelasnya.
Selain itu, Universitas Mulia juga membuka opsi perkuliahan di wilayah Penajam, dengan menggunakan sistem hybrid, atau kombinasi antara daring dan tatap muka, serta program pembelajaran berbasis komunitas di tingkat RT.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan dan peningkatan kualitas SDM di Kecamatan Penajam, terutama saat daerah penyangga IKN dituntut menyiapkan tenaga terampil di berbagai sektor.
“Kegiatan ini merupakan awal sinergi positif antara dunia akademik dan pemerintah kecamatan,” pungkasnya. (ADV/No)