Pembayaran Digital Pacu Ekonomi dan Mudahkan Masyarakat Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disebut QRIS, dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia.

QRIS sering terdengar ketika seseorang ingin melakukan pembayaran melalui Kode QR. Karena, fungsi QRIS untuk memudahkan proses transaksi agar lebih cepat dan terjaga keamanannya melalui genggaman (handphone).

Pembayaran melalui sistem digitalisasi ini pun kata Anggota Komisi II DPRD Kaltim Shemmy Permata Sari, telah gencar-gencarnya diterapkan di kota-kota besar termasuk 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

“Kami dan Bank Indonesia mendorong terjadinya percepatan proses digitalisasi di Benua Etam,” ucapnya.

Dengan perkembangan zaman yang menerapkan sistem digitalisasi lanjut Anggota DPRD Kaltim Dapil Bontang ini, semua transaksi keuangan itu menjadi transparan.

“Akhirnya itu menjadi nilai dan poin bagi masing-masing kabupaten/kota ketika menerapkannya, karena keuangan yang transparan akan menghambat hal-hal negatif. Jadi kita menuju ke arah sana,” jelasnya.

Shemmy Permata Sari menambahkan bahwa ada banyak titik blank spot di Benua Etam ini. Sehingga, pembayaran menggunakan sistem digitalisasi bisa saja terhambat ketika jaringan jelek.

Akan tetapi lanjut Politikus Golkar itu, pihaknya sudah meminta Pemerintah Provinsi Kaltim, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) agar segera melaksanakan zero blank spot termasuk di kawasan Pariwisata.

“Saya yakin pemerintah akan berupaya membangun tower agar Kaltim ini zero blank spot. Sedang on progres lah ya, apalagi ada IKN (ibu kota negara) di sini. Pasti berprogress, kemungkinan daerah sana duluan yang dipasang,” terangnya. 9tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page