Ekspansi Perkebunan Sawit Bikin Masyarakat Kaltim Khawatir

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle, menjelaskan da pelbagai masalah yang terjadi di kabupaten/kota di Benua Etam. Salah satu isu yang sering mencuat adalah penolakan masyarakat terhadap ekspansi perkebunan sawit.

Ia menyebut, bahwasanya masyarakat khawatir dengan dampak negatif perkebunan terhadap lingkungan. Misalnya, terdapat kekurangan dala debit air tanah dan kerusakan lahan akibat pembukaan lahan yang tidak terkendali.

“Terdapat penolakan warga terkait perkebunan sawit di beberapa kabupaten di Kaltim. Oleh karena itu mereka khawatir dampaknya terhadap lingkungan, khususnya ketika terjadi kekurangan debit air tanah dan bencana alam yang dapat ditimbulkan,” jelasnya.

Di sektor sosial dan keagamaan juga menjadi perhatian Komisi II DPRD Kaltim. Dimana banyak masyarakat yang mengeluhkan rendahnya kualitas hidup mereka, termasuk dalam hal kemiskinan dan stunting. “Masyarakat berharap agar masalah kemiskinan dan stunting bisa diatasi, serta rumah tidak layak huni dapat direnovasi,” terangnya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kabupaten Berau, dan Kabupaten Paser yang menghadapi tantangan besar.

Bagi Sabaruddin Panrecalle, sektor pertanian memerlukan perbaikan infrastruktur irigasi sawah dan distribusi pupuk, sementara sektor perikanan membutuhkan peningkatan sarana seperti kapal nelayan dan mesin perikanan.

“Kami menemukan di sektor pertanian dan perikanan, peningkatan sarana dan prasarana seperti mesin kapal nelayan dan irigasi sawah sangat diperlukan. Supaya para petani dan nelayan dapat sejahtera,” tandasnya. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page