BUMD di Kaltim Tak Memberi Hasil Maksimal

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Kritik tajam disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle. Ia menyatakan, sejumlah sektor yang dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tak memberi hasil maksimal untuk daerah.
Untuk diketahui, BUMD di Kaltim di antaranya adalah Bankaltimtara, Melati Bhakti Satya (MBS), Bara Kaltim Sejahtera (BKS), Ketenagalistrikan Kalimantan Timur (KTT), Sylva Kaltim Sejahtera (SKS), Agro Kaltim Utama (AKU), PT Migas Mandiri Pratama (MPP), dan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim.
Khusus MBS, memiliki sejumlah anak perusahaan. Seperti PT. Kaltim Agro Mina Nusantara, PT Kaltim Binasarana, dan PT. Kaltim Kawasan Industry Maloy.
“Selama ini beberapa sektor sudah dikerjasamakan melalui BUMD, tapi hasilnya tidak maksimal. Karena itu tidak cukup hanya mendorong peningkatan, harus ada mekanisme punishment dan reward,” pintanya.
Bagi politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kaltim tidak boleh hanya bergantung pada potensi alur sungai atau tambatan pelabuhan. Sebab, banyak sektor lain yang bisa digarap secara maksimal.
“Contohnya banyak. Seperti pajak kendaraan bermotor, pajak alat berat, pajak air permukaan, serta pengelolaan aset-aset milik Pemprov (Pemerintah Provinsi, Red.) Kaltim,” jelasnya.
Makanya, Sabaruddin Panrecalle menyebut, upaya Pemprov Kaltim untuk mengandalkan tambatan sungai sebagai sumber PAD kurang tepat. “Saya pikir juga keliru juga kalau ibu Sekda (Sekretaris Daerah, Sri Wahyuni, Red.) menyampaikan hanya alur sungai saja. Tetapi banyak sektor pendapatan asli daerah yang perlu kita gali bersama-sama,” tutupnya. (tm/adv)