Masyarakat Akan Dilatih 5 Hal Teknis, Ketua DPRD Kaltim: Tidak Ada Kata Desa Tertinggal di Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud akan melakukan terobosan untuk masyarakat di desa. Usai dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Desa Bersatu Kaltim, ia menegaskan prohramnya untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui 5 pelatihan teknis.
Di antaranya manajemen keuangan, perencanaan publik, keterampilan digital, usaha kreatif, dan pertanian modern. Dalam pidatonya, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu bahkan berjanji siap mundur jika gagal menjalankan Amanah sebagai ketua DPW Desa Bersatu Kaltim. “Tidak ada kata desa tertinggal di Kaltim. Desa harus menjadi pusat ekonomi rakyat, sumber inovasi, dan benteng persatuan,” tegasnya, yang langsung disambu riuh tepuk tangan di Puri Senyiur, Kota Samarinda, Minggu (10/8/2025) hari ini.
Hasanuddin Mas’ud menyampaikan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Melainkan deklarasi persatuan desa di Kaltim untuk maju bersama. “Ini amanah yang harus diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Desa yang kuat dan bersatu akan melahirkan Kaltim hebat dan Indonesia bermartabat,” ujarnya.
Ia menargetkan, setiap desa memiliki akses internet gratis berbasis tenaga surya agar tidak tergantung listrik PLN. Disamping itu, Hasanuddin Mas’ud menekankan penguatan kolaborasi antar-desa lewat forum diskusi wilayah untuk mengoptimalkan potensi peternakan, pertanian, dan usaha koperasi. “Sinergi ini diharapkan menciptakan pemerataan hasil pembangunan desa,” jelasnya.
Sebagai informasi, pelantikan pengurus DPW Desa Bersatu Kaltim ini juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan (dapil) Kaltim, Yulianus Henock Samual. Pelantikan ini menjadi puncak dari Musyawarah Daerah (Musda) I DPW Desa Bersatu Kaltim yang digelar Sabtu (9/8/2025) kemarin.
Sementara itu, dukungan terhadap Hasanuddin Mas;ud sebagai Ketua DPW Desa Bersatu Kaltim ini, datang dari sejumlah asosiasi desa. Seperti Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Persatuan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Dewan Pengurus Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Komunitas Purnabakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (KOMPAKDESI), Persatuan Rakyat Desa (PARADE) Nusantara, dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). (tm/adv)