Edukasi Pranikah Dinilai Kunci Tekan Stunting, DPRD PPU Serukan Reformasi Program

Timur Media, Penajam – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyerukan reformasi pendekatan pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah. Ia menekankan pentingnya edukasi sejak sebelum pernikahan sebagai langkah preventif utama dalam upaya jangka panjang penanganan stunting.
“Orang-orang yang mau menikah itu harus diberi pemahaman dan edukasi sejak awal, agar mereka tahu bagaimana mencegah stunting bahkan sebelum anak lahir,” ungkapnya.
Menurutnya, stunting bukanlah kondisi yang bisa dikenali dengan kasat mata. Dibutuhkan audit khusus oleh tenaga ahli berdasarkan sejumlah kriteria medis. Oleh karena itu, pendekatan harus dilakukan dari sebelum kehamilan agar risiko bisa ditekan sedini mungkin.
Ia mengusulkan agar instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan BKKBN, bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menyisipkan materi pencegahan stunting dalam kelas pranikah.
“Pencegahan sejak awal akan lebih efektif dibanding mengobati. Ini harus jadi program lintas sektor,” ujarnya.
Thohiron menilai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama dua tahun pertama sebagai pondasi utama tumbuh kembang anak. Pemerintah diminta terus mensosialisasikan hal ini secara masif, terutama di wilayah-wilayah dengan angka stunting tinggi.
Namun edukasi saja tidak cukup. Ia menyoroti aspek lingkungan sebagai penyebab stunting yang sering diabaikan. Sanitasi buruk dan rumah tanpa ventilasi cahaya cukup bisa memicu masalah kesehatan yang berujung pada pertumbuhan anak terganggu.
“Ini pekerjaan rumah bagi Dinas PUPR dan Disperkim. Rumah subsidi itu harus dipastikan punya sanitasi layak dan cukup cahaya matahari,” tandasnya. (ADV)