Jumlah Pengemis dan Manusia Gerobak di Balikpapan Menurun Usai Lebaran



Balikpapan – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengungkapkan jumlah pengemis dan manusia gerobak di kota ini mengalami penurunan signifikan pasca Lebaran 2025.

Menurut Edy, kondisi tersebut terlihat dari semakin jarangnya pengemis yang berkeliaran di pinggir jalan maupun manusia gerobak yang sebelumnya kerap terlihat.

“Setelah Lebaran, mereka tidak lagi terlihat. Itu jelas terlihat perubahannya,” kata Edy saat ditemui, Jumat (11/4/2025).

Penanganan terhadap pengemis dan manusia gerobak dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan. Edy mengaku, Dinsos tidak memiliki personel khusus untuk melakukan penertiban.

Meski demikian, Dinsos tetap aktif menangani kasus sosial, terutama dalam memulangkan warga luar daerah yang terlantar di Balikpapan.

“Biasanya kita lakukan pemulangan bersama. Tidak hanya dari anggaran kota, tetapi juga dibantu paguyuban, tokoh masyarakat, Baznas, organisasi sosial, Dinsos Provinsi, serta Pemkot Balikpapan,” ujarnya.

Edy mencontohkan, tahun lalu pihaknya berhasil memulangkan 45 orang asal Tasikmalaya. Pemulangan itu dilakukan berkat bantuan dari berbagai pihak.

“Kalau kita kirim orang terus sementara anggaran habis, makanya sistemnya sharing,” tambahnya.

Selain itu, Edy juga menuturkan ada seorang warga dari Jawa yang sempat terlantar di Terminal Batu Ampar. Warga tersebut mengalami kelumpuhan dan langsung dibawa ke rumah sakit serta ke tempat penampungan.

Pihak Dinsos berusaha mencari keluarga korban untuk mengatur kepulangan, atau mencarikan solusi terbaik apabila korban tidak memiliki keluarga.

“Kalau mereka hanya beralasan dan tidak mau dikembalikan, itu bisa menjadi beban bagi kami. Jadi kami komunikasikan dan cari solusi terbaik,” pungkas Edy.

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page