Majukan Pendidikan Daerah, Pemkab PPU Luncurkan “Kartu Penajam Cerdas”

Timur Media, Penajam – Sebagai dari upaya mencerdaskan generasi muda, serta memajukan dan meningkatkan pendidikan daerah, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan meluncurkan program “Kartu Penajam Cerdas”.
Program ini sebagai bukti nyata komitmen Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meski di tengah tekanan efisiensi anggaran.
Mudyat Noor menjelaskan jika, Kartu Penajam Cerdas adalah bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di Kabupaten PPU, khususnya di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Sebab dengan program ini, para orang tua akan menerima bantuan tunai langsung untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak, mulai dari seragam sekolah, tas, hingga alat tulis.
“Ini adalah langkah awal menuju pemerataan akses pendidikan di Kabupaten PPU. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terkendala bersekolah hanya karena masalah ekonomi,” ujar Mudyat Noor.
Lebihlanjut, nantinya Kartu cerdas tersebut akan berisi dana yang bisa digunakan oleh orang tua siswa untuk memenuhi keperluan sekolah anak mereka.
“ Dana itu langsung disalurkan dan dapat digunakan secara fleksibel, tapi untuk kebutuhan pendidikan anak. Jadi masyarakat dari kalangan kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendukung proses belajar anak-anak mereka,” jelasnya.
Mudyat juga menegaskan, meski keuangan daerah tengah menghadapi pengurangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp300 miliar, program ini tetap dijalankan. Sebab sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama.
“Walaupun anggaran kami terbatas, pendidikan tidak boleh dikorbankan. Justru dalam kondisi seperti inilah pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata,” tegasnya.
Masyarakat Kabupaten PPU akan memiliki harapan baru. Program ini diharapkan tak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi langkah awal membangun masa depan Kabupaten PPU yang lebih cerah melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin para pelajar bisa fokus belajar tanpa harus terbebani masalah perlengkapan sekolah. Orang tua pun merasa lebih tenang,” pungkasnya.(ADV)