Dinas Kesehatan PPU Gelar Aksi Gizi bagi Pelajar Remaja dalam Rangka HKN ke-60

Timur Media, Penajam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Gerakan Aksi Gizi bagi pelajar remaja di Kecamatan Penajam. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang diselenggarakan pada tahun 2024.
Acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai tingkat pendidikan, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri se-Kecamatan Penajam.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, membuka acara ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Dinkes PPU dalam melaksanakan aksi gizi bagi pelajar remaja. Tohar menekankan pentingnya pola makan sehat bagi para pelajar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan yang telah menginisiasi rangkaian HKN ke-60. Gerakan makan bergizi ini sangat penting, meskipun terlihat sederhana, karena makanan bergizi tidak harus mahal,” ujarnya.
Tohar juga mengingatkan para pelajar agar tidak malas bergerak dan mencari tahu tentang pentingnya gizi dan kesehatan.
“Remaja di usia dini harus aktif, sehingga penampilan mereka energik dan tidak tampak lemah,” tambahnya.
Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga diisi dengan senam bersama dan sarapan bersama. Para pelajar diminta membawa bekal dari rumah untuk mengevaluasi apakah bekal tersebut memenuhi syarat isi piring yang sehat.
“Gerakan aksi bergizi ini merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Pencegahan stunting harus dimulai dari remaja putri, mengingat banyak kasus stunting yang berkaitan dengan riwayat kehamilan yang kurang baik,” jelasnya.
Grace menambahkan bahwa Dinkes PPU juga telah menyiapkan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri. TTD ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan remaja dan mencegah efek negatif anemia, yang sering dialami oleh remaja perempuan saat menstruasi.
“Anemia dapat menyebabkan kurangnya oksigen pada bayi dalam kandungan, sehingga kami berikan tablet penambah darah sejak dini,” katanya.
Kegiatan aksi gizi ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman gizi di kalangan remaja, tetapi juga untuk mendorong mereka menjalani pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Dengan harapan, generasi muda PPU akan lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan gizi seimbang, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan di daerah tersebut.
“Semoga para pelajar dapat menerapkan pola makan sehat dan menjadi agen perubahan dalam masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan,” harapnya. (ADV)