80 Tahun Indonesia Merdeka, Ketua DPRD: Masih Ada Desa di Kaltim yang Belum Merasakan Listrik

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Menginjak usia ke 80 tahun Republik Indonesia, sebagian wilayah di Benua Etam justru belum teraliri listrik. Hal ini diungkap Hasanuddin Mas’ud, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia menjelaskan, dari 841 desa di Kaltim, 110 di antaranya belum disentuh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Bayangkan, 80 tahun Indonesia merdeka, tapi masih ada desa di Kaltim yang belum merasakan listrik,” katanya, saat diwawancara usai upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, di Stadion Kadrie Oening, Komplek Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie oening, Kota Samarinda, Minggu (17/8/2025).
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra sendiri mengklaim sudah memetakan rencana pembangunan 110 desa itu. Roadmapnya dilaksanakan dalam 3 tahun. Mulai dari 2025 hingga 2027. Tahun ini, PLN UID Katimra direncanakan mengakoodir 21 desa dulu. Lalu tahun 2026 untuk 55 desa, dan 2027 untuk 34 desa.
Aliran listrik akan ditarik dari jaringan eksisting PLN, baik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) maupun interkoneksi. Sementara untuk daerah yang sulit atau terisolasi akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal dan PLTD tersendiri.
“Ini bukan hanya masalah infrastruktur, ini soal hak dasar warga negara. Di mana keadilan pembangunan?” ketus politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Sementara itu, data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, jumlah 110 desa yang berlum teraliri listrik itu tersebar di 6 kabupaten/kota. Total, ada sekira 12.000 keluarga. Paling banyak berada di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Khusus di Kabupaten Paser, terdapat 6 desa belum teraliri listrik. Di antaranya, Desa Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Desa Selengot dan Labuangkallo di Kecamatan Tanjung Harapan, Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Ikis, serta Desa Harapan Baru di Kecamatan Kuaro. (tm/adv)