6 Anggota Banggar DPRD Kaltim Belajar Indikator Keberhasilan BUMD di Jakarta

TIMURMEDIA, JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan studi banding ke Badan Pembinaan BUMD Jakarta. Mereka terdiri dari 6 anggota.

Seperti Sabaruddin Panrecalle dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), M. Darlis Pattalongi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Damayanti dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Husni Fahruddin dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), dan Baba dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menurut M. Darlis Pattalongi, studi banding ini merupakan upaya legislator Karang Paci untuk memperkuat tata kelola Penyertaan Modal Daerah (PMD). Dimana, dalam praktiknya menekankan transparansi, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami di sana diskusi panjang lebar, terutama soal indikator keberhasilan BUMD. Kami menekankan jika PMD bukan hanya soal menambah modal,” jelasnya, saat dihubungi media ini.

“PMD sebenarnya harus bisa mendorong BUMD agar berkontribusi lebih besar terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red.). Selain itu kami berharap lewat kebijakan tersebut, lapangan kerja bisa terbuka dan meningkatkan layanan publik,” terangnya.

Selain itu, Penasihat Fraksi PAN di DPRD Kaltim ini juga mencatat sejumlah hal penting. Antara lain seperti syarat administrasi, kelengkapan kajian, dan bentuk aturan yang dibutuhkan. “Kami semat bertanya, apakah cukup lewat Pergub (Peraturan Gubernur, Red.) atau harus Perda (Peraturan Daerah, Red.) tersendiri,” tandasnya. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page