Air, Ilmu, dan Ikhtiar Alumni

Air, Ilmu, dan Ikhtiar Alumni

Di kota yang tumbuh cepat seperti Balikpapan, satu persoalan lama terus berulang: air bersih. Di tengah kebutuhan yang meningkat, sumber air baku justru terbatas. Dari situ, sebuah inisiatif lahir—bukan dari pemerintah, melainkan dari jejaring alumni.

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Balikpapan akan menggelar diskusi ilmiah bertema Seawater Reverse Osmosis (SWRO): Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Halal Bihalal, tetapi muatannya melampaui sekadar silaturahmi—ia menyentuh persoalan mendasar kota.

Diskusi ini dimaksudkan sebagai ruang pengabdian alumni untuk menggali gagasan dan solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan. Ketua IKA Unhas Balikpapan, Wahyullah Bandung, menyebut forum ini sebagai agenda rutin yang menjaga tradisi intelektual tetap hidup. Sebelumnya, tema serupa pernah diangkat melalui diskusi tentang pengelolaan sampah terpadu.

Kali ini, fokusnya pada air laut sebagai alternatif. Narasumber yang dihadirkan mencerminkan pendekatan yang menyeluruh: dari PDAM Tirta Manuntung Balikpapan yang memahami persoalan di lapangan, akademisi dari Institut Teknologi Kalimantan yang membawa perspektif ilmiah, hingga pihak industri seperti PT Kutai Refinery Nusantara yang telah mengembangkan teknologi desalinasi untuk kebutuhan internal di kawasan Teluk Balikpapan.

Di antara diskusi dan gagasan teknis itu, kegiatan juga diisi ceramah Halal Bihalal oleh Ustaz Khoirul Huda—memberi ruang refleksi di tengah pembahasan yang sarat data dan teknologi.

Pada akhirnya, forum ini bukan sekadar acara. Ia adalah upaya kecil untuk menjawab pertanyaan besar: bagaimana kota pesisir memenuhi kebutuhan airnya sendiri—tanpa terus bergantung pada sumber yang kian terbatas.

red.

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page