DPRD BalikpapanAdv

Zona Zero Tolerance Dinilai Intoleran

Report: Taufik Hidayat I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Kebijakan Zona Zero Tolerance di Balikpapan, dinilai intoleran. Aturan ini terus mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

Di antaranya, para masyarakat, pedagang maupun LPM Klandasan Ilir. Mereka menilai kebijakan Pemerintah Balikpapan tersebut dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Untuk mengakomodir keberatan masyarakat, Parlemen Balikpapan pun menghelat rapat dengar pendapat dengan mereka, Senin 29 Maret 2021. RDP dihelat di gedung pertemuan Parlemen. Dengan tujuan untuk mengetahui pendapat dan efektifitas Zona Zero Tolerance tersebut.

Dari RDP itu, pelbagai pendapat dan kritikan dan keluh kesah disampaikan. Para warga meminta agar kebijakan itu tidak perlu diterapkan lantaran tidak berpihak untuk warga Balikpapan.

“Seyogyanya pemerintah kota, ketika menerapkan kebijakan juga harus ada win win solution. Saya yakinlah bapak ibu yang mulia ini punya pikiran jernih,” ujar Budi Rahmani, delegasi LPM Klandasan Ilir.

Ia mengingatkan bahwa kepentingan masyarakat harus diutamakan. Jangan sampai ada ketimpangan dalam menerapkan kebijakan seperti yang lalu.

“Jangan sampai, kebijakan di korbankan seperti Kawasan Tertib Lalulintas di 2011 akhirnya teman-teman yang usaha, merasakan bisnisnya seperti mati tak mau, hidup pun segan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, anggota Parlemen Balikpapan Taufiqul Rahman berjanji akan menampung dan mencari solusi terkait keluhan masyarakat ini.

Menurutnya agar seluruh pihak mendapat win-win solution, nantinya Parlemen juga akan menjembatani dengan Wali Kota Rizal Effendi.

“Nanti kita jadwalkan pertemuan dengan pak Wali,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut, para warga juga menagih janji Kapolres, yang sempat memberi harapan untuk berpihak pada pedagang dan warga.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Warga Jalan Jenderal Sudirman Bersatu mendatangi Mapolresta Balikpapan, Rabu 17 Maret 2021.

Mereka menolak kebijakan terkait dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Menolak Zona Zero Tolerance’ warga meminta agar kebijakan yang tergolong baru itu segera dihentikan.

Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ilir, Lukman Hendra mengungkap alasan penolakan warga terhadap program pilot project Zona Zero Tolerance pertama di Kaltim itu.

“Saya enggak ngerti sama sekali. Karena kami tidak pernah diajak pertemuan seperti ini,” ungkapnya.

enerapan Zona Tolerance yang diterapkan di Balikpapan mengatur tentang larangan bagi para pengendara memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi berjanji akan menampung aspirasi yang disampaikan warga, untuk kemudian dibahas lebih lanjut dengan Pemerintah Balikpapan.

“Apa yang telah bapak ibu sampaikan akan kami carikan solusinya,” janji Turmudi.

I Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button