Pariwisata

Wisata Pemakaman

Perlu menyebrang danau selama 45 menit.

Pewarta: Nurman Haryanto I Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Saat mendengar pemakaman, barangkali kamu akan membayangkan hal-hal yang super horor. Sebab, makam selalu identik dengan nuansa berbau klenik. Nah, bagaimana kalau tujuan berwisata justru ke pemakaman. Jangan takut dulu.

Kamu bisa buktikan wisata pemakaman itu tak melulu terkait hal-hal yang menyeramkan. Coba saja kunjungi salah satu wisata pemakaman di wilayah Trunyan Kintamani, Bali. Tempat ini sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara.

Desa Trunyan ini berada di seberang Danau Batur. Untuk menuju ke sana, kamu perlu menyewa perahu dari dermaga Kedisan. Dengan perahu atau tiket penyeberangan menuju Trunyan, bisa disiasati dengan mencarter oleh banyak peserta. Karena bisa menekan harga lebih murah.

Desa Trunyan adalah desa unik dan menarik. Ini salah satu desa Bali Aga atau Bali Asli yang masih mempertahankan berbagai adat dan tradisinya. Salah satu keunikannya, tradisi saat pemakaman mayat.

Prosesnya, jasad orang yang telah meninggal diletakkan di atas tanah dan tidak dikubur. Jasad itu dipagari ancak saji atau anyaman bambu agar tidak diganggu hewan liar. Ajaibnya, tubuh yang mulai membusuk tidak mengeluarkan bau. Kamu juga bisa menyaksikan tulang dan tengkorak manusia yang disusun rapi.

Secara umum, Desa Trunyan lama dikenal dengan tradisi pemakamannya yang cukup berbeda dengan wilayah lain, termasuk Ngaben yang juga terkenal di Bali. Di Trunyan, jenazah biasanya hanya diletakkan begitu saja di area pemakaman tanpa dikubur terlebih dahulu.

Karena hal itu, sangatlah wajar jika disekitar area pemakaman banyak ditemukan jenazah, bahkan yang telah menjadi tulang-belulang. Uniknya, area pemakaman tidak dipenuhi aroma tk sedap.

Menurut legenda lokal, satu alasannya karena di tengah pemakaman itu tumbuh pohon Taru Menyan yang cukup besar. Pohon ini punya aroma khas menyan yang bisa menghilangkan seluruh aroma tidak sedap di area tersebut.

Pilihan wisata di sini, juga sangat kental unsur budaya lokal masyarakat Trunyan. Tak heran bila dijadikan sebagai satu tujuan wisata sekaligus memperkenalkan dan melestarikan warisan leluhur. Karena hal itulah, berwisata di wilayah Trunyan sebenarnya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Ada baiknya, sebelum kamu berwisata ke sana, bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pemakaman terkait. Manfaatnya, kamu akan semakin tertarik terhadap budaya lokal di Trunyan. Sekaligus makin menghormati budayanya.

Tetapi memang, wilayah pemakaman Trunyan tidak bisa dijangkau dengan mudah. Kamu perlu menaiki perahu agar bisa menyebrangi Danau Batur menuju ke Trunyan. Jarak tempuhnya sekitar 45 menit dan hanya bisa ditempuh saat cuaca sedang baik.

Karena itulah, petualangan wisata ini sebenarnya telah dimulai sejak awal. Bahkan, saat kamu belum sampai ke area pemakaman itu sendiri. Untuk bisa menikmati wisata yang sarat budaya lokal, kocek yang perlu kamu keluarkan masih berada di bawah Rp. 200.000.

Selain itu, paket wisata ini tidak hanya akan menghantarkan kamu mengenal cara pemakaman jenazah khas Trunyan saja, tetapi juga mengenal penduduk sekitar dan budaya serta kebiasaannya. Kamu bahkan bisa mengunjungi satu pura di tengah desa yang digunakan sebagai tempat ibadat masyarakat lokal.

Aihh, seru loh.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close