Bencana Alam

Waspada Potensi Bencana 2020

Report: Maya| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi potensi bencana tahun 2020.

Hasil analisis proyeksi bencana dari pelbagai sumber kementerian/lembaga serta para pakar, tren bencana yang harus diwaspadai berupa bencana geologi.

Seperti bencana gempa bumi yang disusul tsunami serta vulkanologi seperti erupsi gunung berapi.

“Potensi bencana yang perlu diwaspadai untuk tahun 2020 adalah bencana geologi, misal gempa yang disusul tsunami lalu bencana vulkanologi,” ingat Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan resminya.

Apa yang diutarakan Agus, serupa dengan data prakiraan potensi bencana dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Data BMKG mencatat ada enam titik zona potensi aktif berdasar seismisitas 2019 meliputi Nias, Lombok-Sumba, Ambon, Banda, dan Mamberamo.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah potensi bencana dengan ancaman kerawanan tingkat tinggi selalu waspada. Kewaspadaan juga perlu dipupuk dari pemerintah daerah hingga masyarakatnya. 

Ia meminta segala informasi peringatan dini bencana yang dirilis BMKG dapat dijadikan perhitungan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan.

BMKG juga memprediksi ada sejumlah daerah di Indonesia, yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem. Termasuk Kaltim.

Karena itu, warga diminta waspada menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Kondisi tersebut dipicu adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal,” terang Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Fenomena tersebut maksudnya aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Hal ini akan membentuk pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Dampaknya potensi hujan lebat disertai angin maupun petir masih mungkin terjadi.

“BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrim, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah,” ungkapnya.

BMKG meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti akibat cuaca ekstrim.

“Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” urainya.

Ada sejumlah daerah di Indonesia yang berpotensi mengalami cuaca ekstrim dalam sepekan ke depan, berikut ini rinciannya:

Periode 01 – 04 Januari 2020:
– Kalimantan Timur
– Kalimantan Tengah
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– DKI Jakarta
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– D.I. Jogjakarta
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Maluku
– Papua

Periode 05 – 07 Januari 2020:
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– D.I. Jogjakarta
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Kalimantan Barat
– Sulawesi Selatan
– Bengkulu
– Maluku
– Papua Barat
– Papua

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button