Peristiwa

Waspada Kejahatan Provokasi Massa

Modus pelaku meneriaki korban dengan sebutan maling.

Reporter: Ryan I Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Modus kejahatan jalanan kian beragam. Belakangan makin marak modus dengan pura-pura tertabrak kendaraan lalu meneriaki pengemudinya dengan sebutan maling. Polisi meminta masyarakat agar mewaspadai kejahatan ini. Modus ini telah memakan korban jiwa.

Pelaku kejahatan amat cerdik memainkan psikologis masyarakat yang cenderung mudah terprovokasi untuk menegakkan hukum dengan caranya sendiri. Terbaru, kasus ini terjadi di Jakarta Timur. Beruntung, korban sempat merekam kejadian itu hingga tidak jadi dipukuli massa.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur pun akhirnya berhasil menangkap pelaku berinisial AF, yang berpura-pura terserempet mobil di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Modusnya, pelaku meneriaki calon korbannya dengan sebutan maling untuk tujuan pemerasan. ”Yang bersangkutan memang sengaja untuk melakukan pemerasan atau pura-pura tertabrak kendaraan karena butuh uang untuk beli obat-obatan. Pelaku pernah jadi pengguna aktif heroin,” ujar Kepala Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Budi Sartono, Minggu 30 Januari 2022.

Terkait

Ia menerangkan, aksi AF yang berpura-pura tertabrak kendaraan itu terjadi pada 26 Januari 2022 di Pasar Rebo. Video yang merekam tindakan pelaku kemudian viral di media sosial pada 28 Januari 2022.

Setelah kasus itu viral, polisi memulai penyelidikan. Dari penelusuran diketahui bahwa tersangka sempat pergi ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur.

“Dari situ kami mencari informasi siapa yang bersangkutan itu. Akhirnya diketahui namanya AF. Anggota lalu mengejar dan menangkap tersangka di Depok,” jelasnya.

Setelah pelaku ditangkap dan digelandang ke Polres Metro Jakarta Timur, pada Minggu dini hari, polisi memulai interogasi. Pelaku pun mengaku pernah jadi pengguna aktif heroin.

Saat ini, AF sedang menjalani terapi metadon. AF menjadikan modus pura-pura tertabrak dengan tujuan memeras untuk mendapatk uang demi keperluan membeli obat-obatan dan biaya terapi. ”Itu alasannya, tetapi tidak dapat dibenarkan,” tuturnya.

AF dijerat dengan Pasal 368 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 318 KUHP. Pelaku terancam pidana penjara paling lama 9 tahun.

Dari pengakuan tersangka, modus itu baru pertama kali dilakukan. Namun, polisi tidak percaya begitu saja dan masih terus mengembangkan penyelidikan. Sebab pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Depok itu memiliki bekas luka di kaki. Bekas luka itu insiden lama saat tersangka tertabrak truk pada 2012. Pelaku sampai hari ini saat berjalan masih pincang.

”Itu yang dijadikan andalan bagi tersangka. Jika bertemu calon korban, dia akan menunjukkan bekas luka tersebut. Jadi, kami masih mendalami apakah yang bersangkutan masih melakukan atau pernah melakukan di tempat lain,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati bila ada kejadian serupa. Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi main hakim sendiri. Jika ditemukan pelaku kejahatan, sebaiknya dibawa ke kantor polisi.

Sebelumnya, pengendara mobil, HM (89) harus tewas dikeroyok massa di Jalan Pulo Kambing Raya, Cakung, Jakarta Timur, Minggu 23 Januari 2022 dini hari. Sebelum dikeroyok, HM diteriaki maling oleh pemotor yang diserempetnya. Provokasi yang dilakukan pemotor itu memancing pemotor lain untuk mengejar HM.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Pol) Endra Zulpan mengatakan, insiden bermula ketika mobil yang dikendarai korban menyerempet salah satu motor di kawasan Cipinang Muara.

“Pengemudi motor merasa dirugikan karena melihat mobil korban tidak berhenti,” kata Zulpan saat konferensi pers, Selasa 25 Januari 2022. Pemotor itu lalu mengejar korban dan melakukan aksi provokatif dengan teriak maling.

“Inilah yang mengakibatkan banyaknya pemotor lain simpatik, secara beramai-ramai mengejar mobil korban sampai tempat kejadian perkaraakhir di Pulo Kambing,” jelasnya. Korban pun dikeroyok di lokasi hingga meregang nyawa.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button