Balikpapan

Warga Balikpapan Diduga Dianiaya Polisi

Report: Taufik Hidayat I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Warga Balikpapan diduga dianiaya oknum polisi. Kasus itu menimpa MA (18), pelajar SMA, mengaku ia diduga aparat berpakaian sipil pada Minggu, 18 Oktober 2020 malam.

Ketika dikonfirmasi, MA mengaku kekerasan ini bermula saat menulis komentar postingan di sosial media Instagram saat aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Lapangan Kerja, Jumat (9/10).

Menurutnya, komentar itu menanggapi tindakan salah satu aparat yang mengarahkan tembakan gas air mata ke masjid di Balikpapan.

“Saya tulis, ‘polisi makan gaji buta dan tidak berpendidikan’ di sebuah akun Instagram,” papar MA, Rabu, 21 Oktober 2020.

Namun tanpa diduga, setelah menulis komentar terkait, ia menerima banyak pesan di akun sosial media Instagram-nya. Salah satu pesannya berbunyi, “Sudah jago kah, bro? Hati-hati keciduk.”

Usai menerima puluhan pesan langsung itu, keesokannya MA menghapus seluruh riwayat akunnya. Baik komentar juga postingan. Namun setelah beberapa hari, MA sempat berkenalan dengan wanita melalui Instagram. Setelah saling bertukar nomor Whatsapp, mereka saling kirim pesan.

Tanpa dinyana, inilah awal petakanya. Pada Minggu kelabu (18/10) sekitar pukul 22.00 Wita, MA dihubungi wanita tersebut yang memintanya menjemput di sekitar Gedung Parkir Klandasan. Ia mengabulkannya. Tapi saat tiba di lokasi yang telah disepakati, ia hanya menemui seorang pria dengan perawakan kekar.

MA yang melintas diberhentikan dan ditanya ingin kemana. “Saya bilang, ‘saya mau ke sana, Pak’. Karena memang saya sudah janjian sama perempuan itu,” ujarnya. MA lantas diminta membuka masker, dan pria tersebut memanggil rekan-rekannya di seberang.

“Terus tanpa obrolan apa-apa, saya dipiting. Pria itu bilang, ‘kalau dia polisi’,” ungkap MA. Selain dipiting, ia kemudian diborgol dan dibawa ke Taman Bekapai. Lalu mereka naik motor bertiga dan bergerak menuju Polresta Balikpapan. Tiba di sana, pria yang membawanya tiba-tiba langsung memukul. Pukulan itu menyerang bagian kepala MA.

Seorang rekan korban yang juga saksi mata, EN, mengaku melihat langsung dan sempat merekam aksi pemukulan itu. “Kulihat, dia (MA) itu kayak disekap sama dua orang. Satu pegang tangannya, lalu roboh. Satunya piting lehernya. Kayak ditindis gitu,” tutur EN.

Saat kejadian, ada pula pihak keamanan gedung parkir yang lewat dan bertanya kejadian itu. Namun salah satu pria tersebut menjawab penangkapan itu tugas dari atasannya.

Menanggapi kejadian ini, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi mengatakan pihaknya belum mengetahui persis permasalahannya. “Kemarin memang ada anak yang dibawa ke sini untuk membuat laporan. Tapi sampai saat ini, anak itu dibawa pulang sama orang tuanya,” ujar Turmudi.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button