NEWS

Wapres: Tuntutan Pembubaran MUI Tak Rasional

Report: Ryan I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, turut bersuara terkait adanya tuntutan pembubaran MUI. Menurut Wapres hal itu sangat tidak rasional.

“Akhir-akhir ini ada sekelompok yang menginginkan MUI dibubarkan. Seperti banyak jawaban yang diberikan para tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan negara, tuntutan itu memang sangat tidak rasional. Saya sependapat itu dengan pendapat para tokoh itu,” ujar Ma’ruf, Selasa 23 November 2021.

Wapres, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI menegaskan, MUI representasi lebih dari 60 organisasi Islam dan para tokoh cendikiawan. Selain sebagai pelayan masyarakat, MUI juga disebut sebagai mitra pemerintah. “MUI telah lebih dulu membuat fatwa terkait terorisme, dengan mengharamkan tindakan terorisme dan menyatakan terorisme bukan termasuk dalam jihad,” tegasnya.

Ia juga menyebut MUI turut menginisiasi terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Dalam kaitan dengan terorisme saya kira MUI pagi-pagi sudah membuat fatwa tentang terorisme sebagai tindakan yang haram dan tidak termasuk jihad. Fatwa inilah yang dijadikan rujukan, referensi dari berbagai upaya penanggulangan dan pemberantasan terorisme,” ingat Wapres.

Menurutnya MUI tak hanya membuat fatwa teroris tapi juga membuat lembaga TPT Tim Penanggulangan Terorisme yang ketuanya juga ia sendiri. “Ketika itu penanggulangan terorisme negara masih dalam bentuk desk teorisme di Menkopolhukam,” terangnya.

Ia menjelaskan TPT bersama dengan desk terorisme itu melakukan upaya sosialisasi menangkal terorisme, menangkal radikalisme. Bahkan MUI bersama dengan ormas Islam lainnya, bersama Menkopolhukam menginisiasi lahirnya badan nasional penanggulangan terorisme atau BNPT.

“MUI dan BNPT terus melakukan upaya kontra radikalisme,” tegasnya. Sehingga menurut Ma’ruf menjadi kesalahan besar kalau MUI dianggap tidak memperhatikan soalan teroris.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button