Bencana Alam

Walhi Ingatkan Potensi Bencana

Report: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Meiki W Paendong menyatakan, ancaman bencana alam di Tatar Sunda atau Jabar ke depan semakin besar. Hal itu terjadi seiring perubahan lanskap dan alih fungsi lahan yang dipicu proyek-proyek infrastruktur yang masuk dalam proyek strategis nasional.

“Secara umum kita belum melihat ada perbaikan kondisi lingkungan, malah cenderung ancaman semakin besar ke depan,” ujar Meiki, dilansir PR, Kamis 9 Desember 2021. Proyek strategis nasional yang berlangsung di Jabar itu ada yang sudah dan belum dimulai.

“Total ada 33 Perpres proyek strategis nasional di Jabar yang mayoritas jalan tol,” katanya.

Proyek-proyek itu tak hanya menggusur tutupan hijau Jabar. Melainkan, bisa memicu aktivitas pertambangan guna memenuhi bahan baku proyek-proyek tersebut.

Kerusakan lingkungan terjadi gara-gara aktivitas tambang. Sumbangan kerusakan juga muncul dari kehadiran kawasan ekonomi khusus di selatan dan utara Jabar.

Untuk utara, kawasan tersebut dikembangkan bagi industri. Sedangkan selatan, pengembangan kawasan ditujukan bagi pariwisata dan teknologi.

“Dipastikan tutupan lahan berkurang karena kebutuhan bahan baku meningkat,” jelasnya.

Bencana alam diprediksi bakal meningkat jika pembangunan mengabaikan pengelolaan dan pemantauan. Untuk dampak jangka pendek bencana sudah terjadi seperti longsor, banjir, kekeringan.

Namun, dampak jangka panjang sudah mengintai berupa perubahan iklim akibat perencanaan pembangunan yang ekstraktif dan polutif. Ia mencontohkan, imbas perubahan iklim yang terjadi, yakni naiknya permukaan air laut. Indikasi kenaikkan tersebut bahkan sudah muncul dengan banjir rob yang terjadi di pesisir utara, seperti Karawang dan Subang.

I PR

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button