AdvDPRD Balikpapan

Waket Parlemen Keluhkan Kondisi Gedung Dewan

Report: Taufik I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Wakil Ketua Parlemen, Budiono, mengeluhkan kondisi gedung DPRD Kota Minyak di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Usia gedung yang tua, dinilainya sangat rentan dengan banyaknya kerusakan dimana-mana.

Menurutnya kondisi gedung DPRD Balikpapan saat ini dinilai sudah tidak laik lagi. Sebab, ada sejumlah bagian ruangan yang sudah tidak memadai. Selain 45 legislator, ada staf DPRD yang harus bekerja dengan memanfaatkan ruang bawah tangga untuk berkantor.

“Laman parkir juga sempit, kalau ada kegiatan rapat di DPRD para tamu dan undangan harus memarkir kendaraannya di luar gedung bahkan sampai di bahu jalan,” keluh Budiono, Selasa 11 Mei 2021. Padahal nyaris setiap hari sering dikunjungi tamu, baik dari Balikpapan maupun dari luar daerah.

Budiono menjelaskan gedung DPRD Balikpapan telah berdiri puluhan tahun. Dan kini banyak ruangan yang rapuh terutama dari di beberapa atap. “Kalau dilihat dari kejauhan atap itu sangat kelihatan rusak parah,” katanya.

Ia berharap gedung DPRD bisa dibangun lebih bagus lagi. Selain kurang laik, Balikpapan akan menjadi kota penyangga Ibu Kota Baru yang banyak dikunjungi tamu luar daerah.

“Sebenarnya gedung ini sudah punya Detail Engineering Design, di sebelah kantor Satpol PP. Tapi belum bisa dikerjakan karena anggarannya belum cukup,” terangnya.

Budiono bilang, kalau nanti ada rencana dibangun ulang, ia berharap pembangunan bisa dilakukan di daerah pemekaran.

“Misalnya di wilayah perbatasan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur. Karena di wilayah itu masih banyak lahan yang cukup memadai dan termasuk lokasi pemekaran pembangunan ke depan,” ujarnya.

Di tahun 2017, Parlemen Balikpapan telah menyepakati untuk mengalokasikan anggaran pembangunan gedung DPRD yang baru. Gedung itu rencananya akan dibangun delapan lantai, dengan biaya ratusan miliar.

Anggaran untuk pembangunan gedung delapan lantai sebagai kantor baru DPRD membutuhkan sekitar Rp 231 miliar. Di tahun 2017, baru mendapat anggaran Rp 25 miliar. Namun pembangunan gedung ini tidak mendapat tambahan anggaran pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017. Kemudian DPRD pada APBD TA 2018.

Seharusnya pada tahun 2018, pembangunan gedung bisa dimulai. Pembangunan disepakati dilakukan dua tahap, tahap pertama dibangun lima lantai dengan anggaran Rp 180 miliar dengan masa pengerjaan empat  tahun anggaran, terhitung sejak 2017 hingga 2020.

Namun, pembangunan itu tertunda karena pembiayaan digeser untuk kepentingan masyarakat yang lebih prioritas. Sampai saat ini masih belum terealisasi.

“Saya berharap kepemimpinan yang baru nanti bisa mengusulkan untuk pembangunan gedung DPRD Balikpapan yang baru agar tercipta pemerataan pembangunan di perbatasan Balikpapan Utara dan Timur,” kata Budiono.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button