Editorial

Virus

Mungkinkah virus manusia sengaja disebar?

Dari Trojan, ILOVEYOU sampai Wannacry. Khusus WannaCry, pernah menghebohkan dunia saat serangan ransomware ini menyebar cepat di ratusan negara melalui jaringan PC/ komputer, termasuk Indonesia.

Tak seperti virus komputer lain, WannaCry dapat mengekripsi file HDD PC yang dampaknya PC tidak dapat diakses pengguna, lalu penyebar menuntut pembayaran tebusan dalam bentuk bitcoin untuk mengembalikan PC ke seperti semula.

Neowin melaporkan, lebih dari 200 ribu PC di 150 negara terjangkit virus ini. Kerugian akumulatifnya, mencapai Rp 55 triliun lebih.

ILOVEYOU, lebih seksi lagi. Virusnya menyebar via email dan file sharing. Pernh heboh di awal 2000 an. Kebih dari 500 ribu komputer terserang virus ini dan menimbulkan kerugian sekitar Rp 215 triliun.

Kerugian paling besar pernah terjadi saat maraknya penyebaran virus MyDoom. Kerugiannya mencapai kisaran Rp 540 an triliun. Kalau Trojan, seksi lagi. Belum tau berapa catatan kerugiannya.

Tapi virus ini bisa menyerang perangkat teknologi dinas rahasia di sebuah negara,  membuat malware dan mencuri data yang dibutuhkan. Simpelnya, kalau ada pihak berkepentingan mau mendapat data dari komputer yang diincarnya, bisa menyebarkan virus Trojan.

Yang sempat heboh, malware sejenis trojan seperti Uroburos yang disebarkan pihak Rusia. Terbaru, di tahun ini maraknya Trojan Ginp yang bahkan bisa menyusup ke handphone untuk mendapat akses ke pesan SMS. Kalau sudah masuk, virus ini bisa membobol data pribadi sampai rekening bank.

Jika data itu telah diperoleh, pelaku kejahatan bisa menyedot uang dari rekening korban tanpa sepengetahuan pemiliknya. Malware ini marak menyebar di Inggris, Polandia dan Spanyol.

Buanyak sekali jenis-jenis virus. Dari yang sederhana, membuat perangkat bekerja lambat, sampai menginfeksi dengan daya rusak hebat. Ada pula yang membuat manipulasi data, sampai pencurian data.

Daya serang virus ini mampu menciptakan kepanikan pengguna perangkat. Tapi tidak perlu khawatir. Sebab setiap jenis virus, selalu ada yang menjual antivirusnya. Harganya bermacam-macam. Tergantung daya rusak virus tersebut.

Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows, yang dikembangkan Microsoft. Sebarkan virus, jual antivirusnya. Untung saja, virus ini hanya menyerang perangkat teknologi. Bukan tubuh manusia.

Pertanyaannya: apakah mungkin, ada juga virus buatan yang disebar untuk mengganggu kesehatan manusia, lalu menjual antivirusnya?

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button