Kaltim

Uji KIR di Bontang Dihentikan

Pendapatan daerah Bontang otomatis berkurang.

Report: Dwi I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Terhitung bulan Januari 2021, uji kelayakan kendaran atau KIR bagi mobil angkutan barang dan orang di Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Bontang, resmi dihentikan.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengujian Sarana, Dishub Bontang, Nurdiansyah. “Uji KIR sekarang di Samarinda,” ujarnya, baru-baru ini. Hal itu mengacu pada instruksi Direktorat Jendral Perhubungan Darat.

Alasannya bukti lulus uji kelayakan sudah dalam bentuk kartu elektronik tidak menggunakan buku lagi. Padahal, dengan adanya uji KIR di Bontang, bisa menambah pundi pemasukan daerah sebesar Rp 250 juta per tahun.

Dengan kebijakan ini, otomatis Pendapatan Asli Daerah Bontang berkurang. “Untuk retribusi KIR bisa menghasilkan hingga Rp250 juta dalam setahun,” jelasnya. Saat ini, Dishub Bontang tidak bisa lagi dapat menerbitkan bukti lulus KIR namun hanya memberi rekomendasi.

Ia mengakui sampai sekarang pihaknya belum menemukan alternatif pengganti untuk meningkatkan PAD Bontang sebagai pengganti pemasukan dari retribusi uji KIR. “Belum ada. Hanya fokus mensosialisasikan ke  masyarakat jika uji KIR langsung ke Samarinda,” katanya.

Pihaknya hanya bisa memberi pelayanan pengecekan kelayakan kendaraan dan surat rekomendasi untuk uji KIR. Kendala lain, untuk melakukan uji KIR di Bontang tidak dapat dilakukan lantaran tidak adanya gedung yang dimiliki Dishub Bontang.

“Hal ini menjadi salah satu alasan ditiadakan uji KIR di Bontang. Pengajuan gedung dan peralatan tersebut telah sejak lama diusulkan namun hingga kini belum direalisasikan,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, “Peralatan tidak lengkap juga, bahkan gedung kami numpang. Kalau saya baru satu tahun pindah. Tetapi dari cerita orang yang sudah lama di Dishub, sejak lama diajukan tapi belum ada sampai saat sekarang.”

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button